JT.COM – Kontestasi PEMIRA BEM KBM UNIB 2026 resmi berakhir. Pasangan Nomor Urut 1, M. Ghifar Alfarizsy dan Faizah Adilah, menang telak dengan raihan 3.225 suara. Hasil penghitungan resmi menetapkan keduanya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu periode 2026.
Kemenangan ini langsung menguatkan legitimasi politik pasangan bertajuk Lesat Makna tersebut. Selisih suara yang signifikan menegaskan dukungan mayoritas mahasiswa terhadap visi dan program yang mereka tawarkan.
Ghifar menegaskan, kemenangan itu bukan sekadar angka. Ia menyebut 3.225 suara sebagai mandat moral yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Kami tidak datang untuk memimpin sebagian mahasiswa. Kami hadir untuk seluruh mahasiswa UNIB. Lesat Makna bukan slogan, tetapi komitmen bergerak cepat dan berdampak,” tegas Ghifar usai pengumuman hasil resmi, Rabu (4/3/2026).
Lesat Makna Jadi Arah Gerak BEM UNIB 2026
Konsep Lesat Makna menjadi identitas kepemimpinan Ghifar–Faizah. Lesat berarti progresif dan responsif terhadap persoalan kampus. Makna berarti setiap kebijakan harus jelas arah, nilai, dan dampaknya.
Pasangan ini menjanjikan tata kelola organisasi mahasiswa yang lebih terukur, terbuka, dan kolaboratif. Mereka menargetkan BEM KBM UNIB 2026 mampu menjadi ruang aspirasi yang kuat sekaligus mitra kritis kampus.
Faizah menambahkan, energi kompetisi harus berubah menjadi energi persatuan.
“Kontestasi sudah selesai. Sekarang saatnya bersatu dan bekerja bersama. Demokrasi kampus sudah berjalan dewasa. Kami ingin semua elemen mahasiswa terlibat,” ujar Faizah.
Demokrasi Kampus dan Tanggung Jawab Besar
Pelaksanaan PEMIRA UNIB 2026 berlangsung demokratis, jujur, dan bermartabat. Proses ini menunjukkan kematangan politik mahasiswa Universitas Bengkulu dalam menentukan pilihan.
Kini, sorotan tertuju pada realisasi janji kampanye. Mahasiswa menunggu langkah konkret. Isu transparansi anggaran, advokasi kebijakan kampus, hingga penguatan organisasi kemahasiswaan menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepemimpinan baru.
Kemenangan Ghifar–Faizah menjadi titik awal. Bukan akhir. Mereka memikul tanggung jawab konstitusional untuk menghadirkan perubahan yang nyata dan terukur. (Yl)
















Discussion about this post