JT.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) menyoroti polemik porsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu yang ramai diperbincangkan publik.
Presiden Mahasiswa Unihaz Pajar Pratama Putra menilai polemik tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola program MBG, khususnya terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.
Menurutnya, respons dari pihak SPPG Bengkulu yang terkesan defensif justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.
“Ketika masyarakat mempertanyakan porsi MBG, seharusnya dijawab dengan data yang terbuka dan transparan. Jika tidak ada keterbukaan, wajar publik menaruh curiga,” kata Pajar, Minggu (8/3/2026).
Ia menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis seharusnya menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, bukan justru memunculkan polemik baru.
BEM Unihaz mencatat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan publik, mulai dari kualitas dan kuantitas porsi makanan hingga mekanisme pelaksanaan program oleh SPPG di Provinsi Bengkulu.
“Kondisi ini menunjukkan lemahnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG di daerah,” ujarnya.
Pajar juga meminta Kepala Regional SPPG Bengkulu untuk bersikap serius dan terbuka dalam menanggapi polemik tersebut. Menurutnya, klarifikasi yang berbasis data sangat penting agar program tetap berjalan sesuai tujuan awal.
“Program yang menyangkut hajat hidup masyarakat tidak boleh dijalankan secara tertutup. Harus ada transparansi dan pengawasan,” tegasnya.
BEM Unihaz juga mendorong adanya audit dan evaluasi menyeluruh jika ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus dilakukan audit secara menyeluruh agar program benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Atas polemik yang terjadi, BEM Unihaz menyayangkan sikap kepemimpinan SPPG Provinsi Bengkuluyang dinilai belum memberikan penjelasan komprehensif kepada publik.
Mahasiswa berharap polemik Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu dapat segera diselesaikan dengan transparansi dan evaluasi terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat. (Yl)
















Discussion about this post