JT.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan proyek integrasi Gedung A.A. Maramis dengan Lapangan Banteng, Kamis (10/7/2025) lalu.
Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ruang publik yang inklusif, bersejarah, dan berkelanjutan.
Dalam acara pencanangan yang digelar di kawasan Lapangan Banteng, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya pengelolaan aset negara yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial dan kultural bagi masyarakat.
“Kami waktu selesai melakukan restorasi Gedung A.A. Maramis berpikir bahwa ini akan menjadi satu kesatuan yang terbuka, karena ini bagian dari lingkar empat yang dulu merupakan jantung pemerintahan,” ujar Sri Mulyani dikutip pada laman resmi kemekeu, Sabtu (12/07/2025).
Gedung A.A. Maramis, yang telah direstorasi sejak 2024, kini dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Gedung ini diharapkan menjadi ruang publik yang mencerminkan nilai sejarah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“LMAN diharapkan mengelola aset negara ini secara optimal, menciptakan nilai tambah dan manfaat baik ekonomi, sosial, maupun kultural,” tambah Menkeu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menciptakan ruang publik yang layak dan inklusif.
“Proyek ini menjadi simbol kepercayaan dan kerja sama antara Pemprov DKI dan Kemenkeu. Lapangan Banteng akan menjadi ruang yang lebih terbuka dan bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” kata Pramono.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Jakarta dapat terus berkembang menjadi kota yang berkelanjutan, inklusif, serta mengedepankan pemanfaatan aset negara bagi kesejahteraan publik. (*/Us)
















Discussion about this post