JT.COM – Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 14 Jambi sejak Senin hingga Selasa pagi (18/6/2025). Kondisi ini disebabkan oleh padatnya kendaraan berat dan proyek perbaikan jalan yang terganggu oleh cuaca hujan. Saat ini, arus lalu lintas dilaporkan mulai berangsur normal.
Kemacetan panjang sempat terjadi di Jalintim KM 14, tepatnya di sekitar Gerbang Tol Sebapo, Jambi. Antrian kendaraan mengular sejak Senin (17/6) malam hingga Selasa pagi (18/6), akibat volume kendaraan yang tinggi, terutama truk besar yang keluar dari jalan tol.
Fachmi F. Kurniawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan di lokasi tersebut terpaksa dihentikan sementara guna mengurai kemacetan.
“Pekerjaan saat ini dihentikan dulu karena lalu lintas sangat padat, terutama dari angkutan berat. Strategi kerja diubah menjadi sistem buka-tutup dan memanfaatkan bahu jalan sebagai jalur sementara,” kata Fachmi kepada Jambi Ekspres, Selasa (18/6/2025).
Ia menyebut, panjang jalan yang diperbaiki mencapai 80 meter dan membutuhkan pekerjaan pondasi dasar karena kerusakan cukup parah. Perbaikan semula direncanakan dilakukan dengan sistem satu lajur dibuka untuk lalu lintas, sementara satu lajur lainnya dikerjakan. Namun, intensitas hujan menyebabkan hasil galian belum kuat dilalui kendaraan.
“Jika tidak hujan dan lalu lintas normal, pekerjaan ini sebenarnya hanya memakan waktu sekitar satu minggu. Tapi karena hujan dan volume kendaraan sangat tinggi, pekerjaan terhambat,” ujar Fachmi.
Pihak BPJN Jambi saat ini terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Muaro Jambi untuk pengaturan lalu lintas dan strategi pengerjaan ke depan. Fachmi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Salah satu pengguna jalan, Roy, warga Desa Sungai Duren, mengaku sempat terjebak macet di lokasi tersebut.
“Ya, saya tadi sempat macet di gerbang tol Sebapo, tapi sekitar pukul 09.00 WIB sudah bisa keluar. Kami paham, perbaikan ini memang penting karena jalan banyak berlubang akibat kendaraan berat,” ungkap Roy.
Ia juga mengusulkan agar dibangun jembatan layang di kawasan tersebut untuk mengatasi kemacetan jangka panjang. (Nhr)
















Discussion about this post