JT.COM – Schneider Electric, perusahaan global di bidang transformasi digital untuk pengelolaan energi dan otomasi, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Negeri Batam sebagai upaya memperkuat pendidikan vokasi dan mendukung transformasi industri 4.0 di Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Mustain Mahrus, HR Lead Batam & LAC Schneider Electric, dan Bambang Hendrawan, Direktur Politeknik Negeri Batam, dalam acara Schneider Electric Innovation Day Batam 2025.
Kerja sama ini ditandai dengan pendirian technopreneur area seluas 12 meter persegi di lingkungan kampus Politeknik Negeri Batam. Area ini menjadi ruang demonstrasi interaktif berbagai teknologi unggulan Schneider Electric, yang dapat diakses mahasiswa secara langsung untuk mendalami solusi digital dan otomasi terkini.
“Pembangunan masa depan Indonesia bergantung pada kesiapan sumber daya manusianya dalam menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi. Di Schneider Electric, kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan adalah fondasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste dalam siaran pers yang diterima media ini, Sabtu (07/06/2025).
Menurut proyeksi, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri nasional mencapai 600.000 hingga 700.000 orang per tahun. Kolaborasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, dengan memberikan akses terhadap pembelajaran berbasis teknologi modern.
Bambang Hendrawan menegaskan pentingnya praktik langsung dalam pendidikan vokasi.
“Penguatan pembelajaran berbasis praktik menjadi kunci dalam menyiapkan talenta yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan. Kami mengapresiasi Schneider Electric atas komitmennya mendukung pengembangan talenta vokasi melalui kerja sama nyata ini,” ujarnya.
Inisiatif ini diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 12.000 mahasiswa setiap tahunnya, khususnya dari program studi Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Informatika. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat hadirnya talenta digital yang siap bersaing secara global.
Schneider Electric menegaskan bahwa sinergi dengan lembaga pendidikan vokasi merupakan strategi untuk menciptakan sumber daya manusia berdaya saing tinggi dan mendorong penguatan posisi Indonesia dalam lanskap industri global. (*/Yol).
















Discussion about this post