JT.COM – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Angkat Besi Jambi kembali digelar di Gedung PABBSI Kota Baru, Minggu (23/11/2025). Ajang yang berlangsung pada 22–25 November ini menjadi momentum penting bagi cabang olahraga angkat besi di Jambi untuk menyiapkan bibit-bibit lifter masa depan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Ia menegaskan pentingnya regenerasi atlet agar prestasi angkat besi Jambi tetap berlanjut di tingkat nasional maupun internasional.
“Angkat besi Jambi sudah berulang kali mencatat prestasi di level nasional dan internasional. Karena itu, regenerasi atlet harus terus dilakukan agar Jambi tidak kehabisan lifter berprestasi,” ujar Mat Sanusi dalam sambutannya.
Kejurprov kali ini diikuti 60 atlet dari delapan pengkab/pengkot. Adapun tiga daerah yang tidak mengirimkan atlet adalah Sungai Penuh, Kerinci, dan Batanghari.
Ketua Umum Pengprov PABBSI Jambi, H. Imron Rosadi, mengatakan bahwa penyelenggaraan kejurprov dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Ia berharap kejuaraan tahun berikutnya dapat digelar dengan cakupan yang lebih besar dan partisipasi atlet yang lebih banyak.
“Harapan kami, event ini terus berkembang. Jumlah peserta bisa bertambah dan prestasi atlet Jambi makin baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sejumlah lifter Jambi sebelumnya telah menorehkan prestasi internasional, seperti Jihan dan Rifki yang tampil pada Islamic Solidarity Games, serta Juliana Klarisa yang dijadwalkan mengikuti SEA Games di Thailand pada Desember 2025.
Imron juga menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah terhadap fasilitas latihan. Menurutnya, gedung latihan angkat besi perlu mengalami renovasi agar lebih layak digunakan oleh atlet muda.
“Untuk pembinaan jangka panjang, fasilitas perlu diperbarui. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap sarana latihan,” kata Imron.
PABBSI Jambi menyatakan komitmennya untuk terus menyiapkan lifter-lifter muda yang dapat melanjutkan prestasi lifter senior. (US)
















Discussion about this post