JT.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan ratusan personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk memperkuat keamanan. Langkah cepat ini merespons dinamika kamtibmas di dua wilayah tersebut.
Sebanyak 148 personel gabungan disiapkan untuk bertugas di Papua Tengah. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Nabire pada Minggu (5/4) dini hari.
Sementara itu, penguatan di Maluku Utara juga mulai berjalan dengan pengiriman personel pengawasan dan penegakan disiplin.
Komposisi pasukan meliputi 100 personel Brimob, tim Itwasum, BIK, Divpropam, hingga Bareskrim. Seluruh tim membawa misi pengamanan sekaligus penegakan hukum.
Pengecekan kesiapan pasukan dilakukan langsung pimpinan Polri di Mako Brimob.
Pengiriman pasukan tidak lepas dari konflik antarwarga di Halmahera Tengah. Bentrokan dipicu dugaan pembunuhan di Desa Bobane Jaya.
Aksi tersebut sempat memicu saling serang antarwarga, pembakaran rumah, fasilitas umum, hingga tempat ibadah. Aparat gabungan kini berhasil meredam situasi.
Di sisi lain, insiden serius terjadi di Dogiyai. Seorang anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, tewas akibat penganiayaan oleh orang tak dikenal.
Kasus ini menjadi fokus penanganan aparat untuk mengungkap pelaku dan menjaga stabilitas wilayah.
Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen institusi dalam merespons situasi.
“Polri bergerak cepat memperkuat pengamanan dan mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi isu yang belum jelas.
Polri mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan tidak mudah terpengaruh hoaks.
Penyelidikan terus berjalan, baik terkait konflik di Maluku Utara maupun kasus penyerangan di Papua Tengah. Aparat memastikan situasi tetap terkendali dan kondusif. (Humas Polri/Yl)
















Discussion about this post