JT.COM – Mulai 1 Agustus 2025, layanan radioterapi di RSUD Raden Mattaher Jambi dapat diakses oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia untuk pasien umum dengan biaya mandiri.
Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Jambi, mengingat selama ini pasien kanker dan tumor harus dirujuk ke luar daerah seperti Jakarta atau Palembang untuk mendapatkan layanan radioterapi.
Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher, dr. Anton Trihartanto, menyatakan bahwa kerjasama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan Cabang Jambi telah resmi terjalin sejak 21 Juli 2025.
“Yang selama ini masih umum, sekarang sudah ada kerja sama dengan BPJS. Sehingga pasien yang memerlukan radioterapi tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta atau Palembang karena sudah bisa dilayani di Jambi,” ujar Anton, Senin (22/7/2025).
Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker dengan menggunakan paparan radiasi untuk membunuh sel kanker, menghentikan pertumbuhannya, serta mencegah kekambuhan. Layanan ini menjadi satu-satunya di Jambi dan telah diresmikan pada tahun 2024 sebagai pusat rujukan regional untuk pengobatan kanker.
Anton menambahkan, tarif layanan radioterapi untuk pasien umum sebelumnya mencapai sekitar Rp1 juta per sesi. “Sekarang, dengan adanya BPJS, pasien tidak lagi perlu mengeluarkan biaya sendiri. Ini sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Gedung dan fasilitas radioterapi RSUD Raden Mattaher dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan senilai Rp16,6 miliar. Adapun pengadaan alat kesehatan senilai Rp57 miliar berasal dari Jerman dan telah melalui proses konsolidasi dengan Kemenkes.
Bangunan seluas 33 x 34 meter tersebut mulai dikerjakan sejak 14 Juli 2023 dan dirancang khusus sebagai bunker anti radiasi, dengan dinding setebal 3 hingga 4 meter.
Gubernur Jambi, Al Haris, berharap keberadaan layanan radioterapi ini dapat mengurangi ketergantungan pasien Jambi terhadap layanan kesehatan luar daerah.
“Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar kota atau luar negeri. Karena fasilitas ini menjadi terminal kanker untuk pemeriksaan lanjutan dan terapi,” ujarnya. (Yol)
















Discussion about this post