JT.COM – Pemerintah Kabupaten Mukomuko memperkuat langkah pengendalian inflasi demi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/3/2026).
Rakor berlangsung daring dan diikuti seluruh pemerintah daerah, termasuk Pemkab Mukomuko.
Kementerian Dalam Negeri menekankan peran aktif daerah dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Sejumlah faktor memicu tekanan inflasi, mulai dari kenaikan harga emas dunia, BBM non-subsidi, momentum Ramadan, curah hujan, hingga tarif listrik.
“Kami minta daerah sigap mengendalikan pergerakan harga kebutuhan pokok,” tegas perwakilan Kemendagri.

Kepala Dinas Kominfo Mukomuko, Agus Harvinda, menyebut pemerintah daerah langsung mengambil langkah konkret.
Pemkab menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga pasokan dan menekan harga selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Mukomuko, Marjohan, menegaskan komitmen daerah dalam pengendalian inflasi.
“Kami rutin memantau harga di pasar dan memperkuat koordinasi lintas sektor melalui TPID,” ujarnya.
Ia menilai sinergi pusat dan daerah menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi.
Selain inflasi, rakor juga membahas evaluasi program perumahan serta sosialisasi jaminan produk halal.
Langkah ini diharapkan memperkuat kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Sinergi ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tutup Marjohan. (Adv/Dd)
















Discussion about this post