JT.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menggelar audiensi dengan PetroChina International Jabung Ltd untuk membahas dukungan peningkatan prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Kamis (16/4/2026).
Audiensi tersebut dipimpin Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, bersama jajaran pengurus. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman yang juga menjabat Ketua Dewan Penyantun KONI.
Dalam pertemuan itu, KONI Jambi memaparkan program pembinaan atlet, kebutuhan sarana dan prasarana latihan, serta peta jalan (roadmap) peningkatan prestasi cabang olahraga unggulan.
Mat Sanusi menyampaikan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program olahraga, termasuk tidak terselenggaranya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026.
“Tahun ini Porprov tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Sejumlah daerah juga kesulitan mengirim atlet. Karena itu, kami mencari solusi dengan melibatkan pihak lain,” ujar Sanusi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi capaian prestasi Jambi pada PON 2028 jika tidak segera diantisipasi.
“Waktu menuju PON 2028 relatif singkat. Jika kendala ini tidak diatasi, dikhawatirkan prestasi akan menurun,” katanya.
Sebagai langkah alternatif, KONI Jambi berencana memfokuskan pembinaan pada cabang olahraga yang berpotensi meraih medali, serta mendorong keterlibatan pihak swasta melalui skema “bapak angkat”.
“Kami berharap ada dukungan dari perusahaan, termasuk PetroChina dan pihak swasta lainnya, untuk bersama-sama meningkatkan prestasi olahraga di Jambi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Jambi Sudirman menilai kolaborasi dengan pihak ketiga menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran berdampak pada pembinaan atlet. Karena itu, dukungan pihak swasta sangat dibutuhkan,” kata Sudirman.
Ia menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya melibatkan PetroChina, tetapi juga perusahaan lain yang tergabung dalam Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
“Kami akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan melibatkan SKK Migas dan KKKS lainnya, seperti Pertamina dan Jadestone, untuk membahas kontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga di Jambi,” ujarnya.
Sudirman berharap, hasil audiensi tersebut dapat menghasilkan dukungan konkret bagi pembinaan atlet di daerah.
“Kami berharap ada kontribusi nyata dari pihak swasta untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Jambi,” kata dia. (Us)
















Discussion about this post