JT.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 4 Bengkulu memberikan klarifikasi terkait kekurangan menu dalam distribusi paket makanan kepada penerima manfaat.
Pihak SPPG menegaskan bahwa kendala tersebut terjadi akibat masalah pasokan dari mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kekurangan menu hanya terjadi di SDN 78 Kota Bengkulu, sementara distribusi paket makanan di sekolah lainnya tetap berjalan sesuai rencana.
Kepala SPPG Mabes Polri 4 Bengkulu menjelaskan bahwa kerja sama dengan UMKM dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
Pada 10 Maret 2026, tim SPPG mengikuti kegiatan pitching UMKM yang digelar oleh Kementerian UMKM. Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan pihak SPPG untuk menjalin kerja sama dalam penyediaan menu bagi penerima manfaat.
Setelah kegiatan itu, SPPG memesan menu dari salah satu UMKM yang ikut dalam program tersebut. Namun dalam proses produksi, mitra UMKM mengalami kendala sehingga tidak mampu memenuhi seluruh pesanan.
Masalah mulai terlihat pada distribusi Jumat, 13 Maret 2026. Dari total pesanan 3.391 loyang, pihak UMKM hanya mampu menyediakan sekitar setengahnya.
Akibatnya, terjadi kekurangan paket menu yang seharusnya dibagikan kepada penerima manfaat pada hari tersebut.
SPPG kemudian segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menjelaskan kondisi yang terjadi sekaligus menyampaikan rencana pengiriman kekurangan menu pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Namun hingga waktu yang ditentukan, pihak UMKM kembali mengalami kendala sehingga sisa pesanan belum dapat dipenuhi sepenuhnya.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kerja sama yang telah dijalankan.
Menurutnya, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kementerian UMKM akan dikaji ulang, termasuk menilai kemampuan UMKM dalam memenuhi kebutuhan menu yang telah disepakati.
“Jika dalam evaluasi dinilai tidak mampu memenuhi kewajiban sesuai standar yang ditetapkan, maka kerja sama dapat diputus dan UMKM tersebut tidak akan dilibatkan kembali pada kegiatan berikutnya,” tegas Kombes Pol Ichsan Nur, Sabtu (14/3/2026).
SPPG Mabes Polri 4 Bengkulu menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat program pemenuhan gizi.
Ke depan, sistem koordinasi dan mekanisme penyediaan menu akan diperkuat agar distribusi makanan dapat berjalan lebih optimal.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat memastikan program pemenuhan gizi bagi masyarakat Bengkulu berjalan lebih baik serta tidak menimbulkan kendala serupa di masa mendatang. (Humas Polda/Yl)
















Discussion about this post