• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Minggu, 21 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Keluarga Muslim dan Ekoteologi di Bulan Suci

Redaksi by Redaksi
16/02/2026
in OPINI
0
Ali Faisal (Dok. Penulis)

Ali Faisal (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh : Ali Faisal

Bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan, keistimewaan terbesarnya adalah terpilih sebagai bulan diturunkannya al-Qur’an yang menjadi hudan lin-naas. Ramadan disebut juga sebagai bulan pengendalian diri, waktu berlatih untuk bersabar, menahan lapar, dahaga dan dorongan hawa nafsu jasmani lainnya.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Di antara serangkaian ibadah untuk meningkatan nilai spiritualitas, pada saat yang sama kerap memunculkan ironi yang jarang disadari akibat konsumsi rumah tangga yang lebih, meja makan lebih penuh, belanja lebih banyak, penggunaan bahan bakar minyak, listrik, dan kuota internet semakin banyak, serta sampah makanan dan plastik kemasan menumpuk. Intinya, ditengah upaya menggapai ketakwaan melalui jalan puasa, bumi justru menanggung beban berat.

Puasa ideal bukan hanya sekadar menunda makan dan minum, tetapi merupakan pendidikan etika tentang pengendalian diri. Hanya dalam puasa dikenal imsak sebagai bentuk ihtiyat. Imsak memiliki makna esoteris, bahwa tidak semua yang tersedia harus dikonsumsi, jangankan yang haram, yang halalpun ada aturan waktunya dan tidak berlebihan.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS. al-A’raf ayat 31. ”makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Spirit inilah yang seharusnya menjadi alarm alam bawah sadar Ramadan, yakni kesederhanaan, bukan berlebihan apalagi sampai dipamerkan.

Manusia sebagai khalifah di bumi, sebagaimana Q.S. al-Baqarah ayat 30. Manusia diberi akal dan potensi untuk menciptakan kemaslahatan, keadilan, dan menjaga keseimbangan ekosistem serta kehidupan sosial. Ayat ini dalam perspektif ekoteologi memiliki makna bahwa sebagai khalifah manusia memegang amanah untuk menjaga dan merawat, bukan sebaliknya berlaku sewenang-wenang bahkan merusak.

Amanah ini bukan hanya berhenti dalam tataran ritual, tetapi menjelma dalam kehidupan sehari-hari hingga ke dapur rumah tangga. Sebab kerusakan ekologis kerap berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap remeh temeh seperti makanan berlebihan dan terbuang, pemborosan penggunaan energi, penggunaan plastik sekali pakai dan sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan bijak.

Jika dirunut lebih jauh, memang telah lama manusia melakukan kesalahan cara pandang yang dikotomis, menganggap alam sebagai bagian terpisah dari manusia dan paham antroposentris yang menganggap bahwa manusia adalah pusat dari sistem alam mempunyai peran besar terhadap terjadinya kerusakan ekosistem. (Teologi Lingkungan:2011).

Beberapa diantaranya Francis Bacon merumuskan metode empiris dengan istilah-istilah kejam. ”alam harus diburu dalam pengembaraannya”, “diikat dalam pelayanan dan dijadikan budak”, ”alam harus dimasukkan ke dalam kerangkeng, dan tujuan ilmuwan adalah mengambil rahasia alam secara paksa”. Bagi Descrates. ”alam semesta adalah sebuah mesin, tidak ada tujuan, kehidupan, dan spiritualitas dalam alam materi”(Ali Yafie:2006).

Di tengah kerusakan demi kerusakan, kesadaran muncul dari Kementerian Agama sebagai otoritas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang agama, yang mengusung gerakan ekoteologi sebagai salah satu prioritas nasional 2025-2029, sebuah program yang mencoba mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dengan layanan keagamaan.

Prof. Nazaruddin Umar menjelaskan alam sebagai ayat, yaitu tanda-tanda kebesaran Tuhan, dimana alam dan manusia berkedudukan sebagai makhluk, sedangkan Tuhan sebagai sang Pencipta. Oleh karenanya, menurut Prof. Nazaruddin ketika membincang ekoteologis tidak mungkin bisa dipisahkan dari cara agama memandang struktur penciptaan. (Kemenag:2025)

Namun demikian, kebijakan sebesar apapun tidak akan bermakna tanpa diawali dari praktik keseharian. Di sinilah peranan keluarga muslim menjadi penentu. Keluarga adalah madrasatul ula, medium pendidikan utama sebagai pembentuk kepribadian, nilai agama dan karakter. Anak-anak kita belajar dari praktik keseharian dirumah. Mereka mengamati bagaimana orang tua berbelanja, menyajikan dan memperlakukan makanan dan pilihan-pilihan untuk mengurangi limbah, maka kesadaran ekologis akan tumbuh bersamaan sebagai bagian dari pengalaman spiritual anak.

Kesalehan ekologis bisa dimulai dari keputusan sedarhana. Tidak berlebihan saat berbuka, memanfaatkan kembali makanan yang tersisa, membawa wadah sendiri ketika membeli takjil dan mengurangi sampah serta membuang pada tempatnya adalah praktek kecilnya. Kebiasaan kecil dari keluarga Muslim yang konsisten akan memiliki efek yang signifikan dalam rangka ikut ikhtiar menjaga bumi.

Kita mafhum, krisis ekologis yang kita hadapi saat ini bukan persoalan jauh dari kehidupan sehari-hari. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan ancaman krisis pangan adalah kenyataan yang semakin terasa. Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak pada generasi mendatang, tetapi juga pada kualitas hidup hari ini. Karena itu, Ramadan dapat dibaca sebagai momentum moral untuk membangun kembali kesadaran ekologis yang dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Puasa sebagai ajang melatih empati, filantropi sangat penting melalui ibadah zakat, infak dan shodaqoh, dan pada saat yang sama empati kita perluas bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam yang menopang kehidupan. Ketika gerakan keluarga Muslim semacam ini terus ditularkan dan kemudian menjadi semacam habbitus, maka sesungguhnya kita berhasil menerjemahkan nilai ibadah ke dalam tanggung jawab ekologis yang bernilai vertikal sekaligus horizontal.

Sejalan dengan rangkuman Mary Evelyn Tucker dan John A. Grim (2003) yang menuliskan bahwa agama memiliki lima prinsip dasar untuk menyelamatkan bumi, yakni reference (keyakinan spiritual yang menuntun cara pandang terhadap alam), respect (penghargaan terhadap seluruh makhluk hidup), restrain (kemampuan menahan diri agar tidak berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya), redistribution (kedermawanan dalam mendistribusikan kekayaan dan kebahagiaan), serta responsibility (tanggung jawab moral untuk merawat dan menjaga bumi sebagai amanah).

Ketika gerakan ekoteologi terus menerus di sampaikan oleh kita semua, oleh otoritas negara apalagi terus bergaung di rumah-rumah ibadah sebagai pengingat  keluarga Muslim, maka disanalah amanah sebagai khalifah menemukan salah satu wujud nyata.

Ramadan menyediakan ruang reflektif, dimana kita bisa memaknai ulang kata ”imsak” sebagai penanda untuk mengatakan ”cukup”. Kecukupan yang mengantarkan mimpi ideal ekoteologis. Semoga dengan langkah berjamaah menjaga bumi menjadi bagian dari kesucian yang diharapkan pada bulan Ramadan yang berdampak pada semua waktu setelahnya, sehingga Ramadan hadir untuk keberkahan bagi manusia dan alam raya. Wallahu ’alam

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Hukum Keluarga Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten

Previous Post

Dealer Yamaha Jambi Resmi Hadirkan Yamaha Fazzio 2026 dengan Warna Baru

Next Post

Korowai Memanggil Nurani: Solidaritas Warga Menguat di Tengah Penembakan Pilot

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Para penumpang yang selamat secara sukarela mengumpulkan dana dan menitipkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Air, Senin (16/2/2026). (Dok/yola)

Korowai Memanggil Nurani: Solidaritas Warga Menguat di Tengah Penembakan Pilot

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri perayaan HUT ke-53 KSPSI di Lapangan PT. Victory Ching Luh Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026). (Dok/yola)

Hadiri HUT KSPSI ke-53, Kapolri Tegaskan Dukung Perjuangan Buruh

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Dedy Yanto, menggelar reses pertama masa sidang I tahun 2026 di perumahan Griya Azzahra RT 26, Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu, Minggu (15/2/2026). (Dok/yola)

Warga RT 26 Bentiring Curhat Soal Infrastruktur, Dedy Yanto Janji Kawal Hingga Terealisasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut melaksanakan donor darah HUT KSPSI di Lapangan PT. Victory Ching Luh Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026). (Dok/yola)

Momen Kapolri Ikut Donor Darah saat Hadiri Baksos HUT ke-53 Buruh KSPSI

Personel Polda Jambi dan jajaran mengikuti apel kesiapan pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di wilayah hukum Polda Jambi. (Dok. Nahar)

Polda Jambi Kerahkan 900 Personel Amankan Perayaan Imlek 2026

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN