JT.COM – Kontestasi demokrasi mahasiswa di Universitas Bengkulu (UNIB) mulai menghangat.
Pasangan M. Ghifar Alfariszy dan Faizah Adila resmi menyatakan maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KBM Universitas Bengkulu periode 2026.
Deklarasi kesiapan mereka menandai dimulainya persaingan menuju kursi kepemimpinan organisasi mahasiswa tingkat universitas. Keduanya membawa visi perubahan dengan menekankan percepatan gerak organisasi yang tetap berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.
“Kami maju bukan sekadar untuk kontestasi, tetapi untuk memastikan BEM KBM UNIB bergerak lebih cepat, lebih terarah, dan benar-benar berdampak bagi mahasiswa,” tegas Ghifar dalam pernyataannya.
Rekam Jejak Organisasi Jadi Modal
Ghifar merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022 yang dikenal aktif dalam dinamika organisasi kampus. Ia saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri BEM KBM UNIB 2025.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting untuk membangun komunikasi eksternal dan memperluas jejaring strategis organisasi.
Sementara itu, Faizah Adila adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2022. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur FKIP 2025 dan dikenal sebagai figur pemimpin perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Saya percaya kepemimpinan harus inklusif dan progresif. Kami ingin memastikan suara mahasiswa benar-benar terwadahi dan diperjuangkan,” ujar Faizah.
Janji BEM Lebih Aktif dan Terukur
Pasangan Ghifar–Faizah menilai BEM KBM UNIB perlu bergerak lebih responsif terhadap isu-isu mahasiswa, sekaligus mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pihak kampus.
Menurut mereka, banyak aspirasi mahasiswa yang perlu dikawal dengan pendekatan yang lebih strategis dan terukur.
“Organisasi mahasiswa tidak boleh berjalan tanpa arah. Program harus jelas, dampaknya nyata, dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh mahasiswa,” kata Ghifar.
Mereka mengusung semangat “Lesat Makna”, sebuah konsep yang menekankan bahwa setiap langkah organisasi harus bergerak cepat namun tetap meninggalkan nilai dan manfaat berkelanjutan.
Siap Bertarung Secara Ide dan Gagasan
Ghifar–Faizah menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan pesta demokrasi mahasiswa secara sehat dan terbuka. Mereka berharap kontestasi Pilpresma UNIB 2026 menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar kompetisi formalitas.
“Kami ingin menghadirkan energi baru di BEM KBM UNIB. Bukan hanya aktif secara simbolik, tetapi benar-benar bekerja untuk keluarga besar Universitas Bengkulu,” tutup Faizah.
Dengan deklarasi ini, peta persaingan Pilpresma Universitas Bengkulu 2026 mulai terbentuk. Mahasiswa kini menanti gagasan konkret yang akan ditawarkan para kandidat dalam membawa arah baru gerakan mahasiswa di kampus biru tersebut. (Yl)















Discussion about this post