JT.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia menggelar Sarasehan Perekonomian Bengkulu 2026 di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (9/4/2026).
Forum ini membahas strategi menjaga stabilitas produksi dan distribusi di tengah tekanan geopolitik global. Sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal menjadi fokus utama.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, R.A. Deni, memaparkan kinerja ekonomi daerah.
Ekonomi Bengkulu pada 2025 tumbuh 4,80 persen, naik dari 4,62 persen pada 2024.
“Pertumbuhan ini menunjukkan ekonomi Bengkulu tetap stabil dan berkualitas meski tantangan global cukup kompleks,” ujarnya.
Pertumbuhan didorong sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan. Komoditas seperti kelapa sawit dan kopi tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Namun, sektor pertambangan justru mengalami kontraksi. Pemerintah kini mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan.
Sepanjang 2025, Pemprov Bengkulu menjalankan berbagai program. Mulai dari ketahanan pangan, pengembangan kopi, cetak sawah, hingga penguatan UMKM dan distribusi logistik.
Sektor jasa dan pariwisata juga mulai tumbuh. Akomodasi, kuliner, dan ekonomi kreatif menunjukkan peningkatan signifikan.
Inflasi Bengkulu tercatat stabil di angka 2,7 persen. Pengendalian harga bahan pokok dilakukan melalui program bersama Bank Indonesia dan TPID.
Di sektor ekspor, Bengkulu mencatat nilai 104,6 juta dolar AS pada 2025 dengan tujuan utama India, Tiongkok, dan Kamboja. Meski nilai ekspor menurun, neraca perdagangan tetap surplus.
Pemerintah kini fokus membangun kawasan industri sebagai sumber pertumbuhan baru. Revisi RTRW juga tengah disiapkan untuk mendukung langkah tersebut.
“Kita tidak boleh cepat puas. Penguatan nilai tambah komoditas dan pembangunan kawasan industri harus terus didorong,” tegas R.A. Deni.
Forum ini mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan.
Tujuannya jelas menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berdaya saing di Bengkulu. (Yl)















Discussion about this post