JT.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah melakukan sinkronisasi dan pemutakhiran data kawasan kumuh di wilayah kota.
Kepala Dinas Perkim Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan luas wilayah Kota Jambi mencapai sekitar 17.500 hektare dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa. Dari total luas tersebut, sekitar 65 persen telah menjadi kawasan permukiman.
“Berdasarkan SK Wali Kota tahun 2016, terdapat 968 hektare kawasan permukiman yang dikategorikan kumuh. Kawasan ini tersebar di 61 kelurahan, hanya Kelurahan Pasar yang tidak ditemukan zona kumuh,” ujar Mahruzar, Kamis (21/8/2025).
Ia menjelaskan, sejak program penanganan kawasan kumuh dimulai enam tahun lalu, luas kawasan kumuh sempat berhasil ditekan hingga 120 hektare. Namun, saat ini kembali meningkat menjadi sekitar 900 hektare.
“Permukiman lama yang sudah ditangani kembali menjadi kumuh karena tidak ada pemeliharaan rutin. Selain itu, kawasan baru juga terus bermunculan,” katanya.
Menurut Mahruzar, faktor utama yang memicu kondisi tersebut antara lain keterbatasan anggaran, minimnya infrastruktur dasar, rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah titik.
Indikator kawasan kumuh meliputi kerapatan bangunan, sistem pembuangan sampah, ketersediaan air bersih, hingga ketersediaan sarana darurat seperti pemadam kebakaran.
Ia menambahkan, kewenangan penanganan kawasan kumuh diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Dalam aturan tersebut, penanganan kawasan kumuh dengan luas di atas 15 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Sementara itu, kawasan kumuh dengan luasan antara 10 hingga 15 hektare berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Adapun kawasan kumuh dengan luasan di bawah 10 hektare menjadi kewenangan pemerintah kabupaten atau kota.
“Pemutakhiran data ini kami targetkan selesai dalam waktu dekat. Dengan begitu, intervensi pembangunan bisa dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Mahruzar. (Stp)
















Discussion about this post