JT.COM – Warga Kecamatan Alam Barajo, khususnya di Kelurahan Simpang Rimbo, Kota Jambi, mengeluhkan terhentinya aliran air bersih dari Perumdam Air Minum Tirta Mayang pada Rabu (6/8/2025).
Ketiadaan pasokan air bersih sepanjang hari tersebut menimbulkan keresahan masyarakat. Banyak warga tidak sempat menampung air untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak mendapat informasi yang jelas mengenai gangguan distribusi.
Samsul Edi, warga RT 9 Kelurahan Simpang Rimbo, menyatakan kekecewaannya terhadap pelayanan Perumdam Tirta Mayang yang dinilai kurang responsif.
“Sejak pagi hingga sore air tidak mengalir sama sekali. Tidak ada pemberitahuan apa penyebabnya. Harusnya kami diberi informasi sebelumnya agar bisa menyiapkan air cadangan,” ujar Samsul, Kamis (7/8/2025).
Samsul juga menyoroti ketidakadilan kebijakan denda bagi pelanggan yang telat membayar tagihan air.
“Kalau pelanggan telat bayar, dendanya besar. Tapi kalau air tidak mengalir, kami tidak tahu harus mengadu ke mana,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan air bersih sangat penting untuk mandi, mencuci, dan memasak, terutama di tengah cuaca panas yang melanda Kota Jambi belakangan ini.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Rendi, menjelaskan gangguan disebabkan oleh pekerjaan penggantian kubikel listrik tegangan menengah di area Intake Aurduri, salah satu pusat distribusi utama air bersih di Kota Jambi.
“Pekerjaan ini sudah direncanakan dan kami umumkan dua hari sebelumnya melalui media sosial dan ketua forum RT di Kecamatan Alam Barajo,” jelas Rendi.
Pekerjaan teknis berlangsung selama delapan jam, sementara normalisasi aliran air ke pelanggan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 1 x 24 jam setelah pekerjaan selesai.
Wilayah terdampak gangguan distribusi air meliputi Kelurahan Buluran Kenali, Teluk Kenali, Kenali Besar, Bagan Pete, sebagian Pematang Sulur, Penyengat Rendah, Mayang Mangurai, Simpang Rimbo, Simpang IV Sipin, Pinang Merah, Rawasari, dan Beliung. (Stp)
















Discussion about this post