JT.COM – Sejumlah ruas jalan utama mulai ditutup Sabtu sore (18/4/2026) pukul 16.00 WIB untuk mendukung pelaksanaan Karnaval Batik Internasional 2026 dalam rangka HUT ke-307 Kota Bengkulu.
Event budaya bergengsi ini akan digelar mulai pukul 18.00 WIB dan dipusatkan di kawasan Bundaran Fatmawati Simpang Lima.
Kasat Lantas Polresta Bengkulu AKP Aan Setiawan menegaskan, penutupan jalan dilakukan demi kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara.
“Penutupan ruas jalan ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas agar kegiatan karnaval berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Aan.
Sejumlah titik yang ditutup sementara meliputi:
- Simpang Jamik menuju Jalan Soeprapto
- Simpang Sekip menuju Jalan S. Parman atau kawasan Belungguk Point
- Depan Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu
Meski demikian, arus kendaraan dari arah Jalan Fatmawati kawasan Penurunan dan Anggut tetap dapat melintas, namun akan dialihkan menuju Jalan Soeprapto.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Satlantas Polresta Bengkulu telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis.
“Kami sudah siapkan petugas di lapangan untuk mengatur arus dan membantu pengendara agar tidak terjadi kemacetan panjang,” jelasnya.
Sementara itu, akses dari arah RS Tiara Sella tetap dibuka menuju kawasan Penurunan, Anggut, maupun Jalan Soeprapto.
Panitia juga menyiapkan beberapa titik parkir bagi peserta dan pengunjung, di antaranya KZ Abidin II, Mega Mall, serta depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
AKP Aan mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak masyarakat mengikuti petunjuk petugas dan mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas,” tegasnya.
Peserta dan kendaraan hias nantinya akan masuk melalui Pasar Minggu dan memulai barisan dari depan kawasan New Khatulistiwa.
Panitia memastikan jalur khusus kendaraan darurat tetap tersedia, terutama untuk akses menuju RSHDdan RS Tiara Sella, sehingga layanan kesehatan tetap berjalan normal.
Karnaval Batik Internasional 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda budaya terbesar yang semakin memperkuat identitas Batik Besurek sebagai warisan khas Kota Bengkulu. (Yl)
















Discussion about this post