JT.COM – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto, S.E., M.BA., turun langsung menemui masyarakat dalam agenda reses masa persidangan I tahun 2026 di Kota Bengkulu, Kamis (12/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka dan penuh dialog itu, warga menyuarakan keresahan soal kondisi ekonomi, penataan pasar, hingga pelayanan publik yang dinilai belum maksimal.
Isu paling mengemuka adalah kekhawatiran pedagang kecil dan pelaku UMKM terhadap dampak penutupan pasar yang berpotensi memukul pendapatan harian mereka.
Menanggapi hal tersebut, Suharto menegaskan pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan tanpa mempertimbangkan nasib rakyat kecil.
“Roda ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti. Setiap kebijakan, termasuk penataan atau penutupan pasar, harus mengutamakan kepentingan rakyat sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945,” tegas Suharto di hadapan warga.
Ia menekankan bahwa pasar bukan sekadar tempat transaksi, tetapi sumber penghidupan ribuan keluarga. Karena itu, pemerintah harus menghadirkan solusi, bukan sekadar aturan.
Dalam reses tersebut, Suharto juga menyoroti pengelolaan anggaran daerah. Ia mengingatkan agar program pembangunan tidak dipaksakan melebihi kemampuan fiskal daerah.
“Kalau kapasitas anggaran belum cukup untuk memenuhi semua target, maka yang ada harus dimaksimalkan dulu. Gunakan prinsip skala prioritas dan pastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perencanaan yang realistis akan mencegah munculnya persoalan baru di kemudian hari, sekaligus menjaga stabilitas pembangunan daerah.
Selain persoalan ekonomi, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan dan seringnya gangguan listrik di beberapa titik Kota Bengkulu. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan.
Menanggapi hal itu, Suharto mendesak pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan PLN agar pelayanan lebih cepat dan responsif.
“Penerangan jalan itu menyangkut keamanan dan kenyamanan warga. Pemerintah daerah harus serius berkoordinasi dengan PLN supaya setiap gangguan cepat ditangani,” katanya.
Suharto memastikan seluruh aspirasi yang ia terima selama reses akan menjadi bahan pembahasan dan perjuangan di DPRD Provinsi Bengkulu. Ia menilai komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat.
“Kita ingin Bengkulu tumbuh lebih baik. Ekonomi masyarakat harus meningkat dan pelayanan publik harus semakin responsif. Itu komitmen yang akan terus saya perjuangkan,” tutupnya. (Yl)
















Discussion about this post