JT.COM – PT Astra Honda Motor (AHM) menetapkan 10 pebalap muda sebagai peserta Astra Honda Racing School (AHRS) 2026 setelah melalui proses seleksi di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC), Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.
Para pebalap berusia 10–14 tahun itu dipilih dari puluhan peserta yang mengikuti tahapan seleksi sejak awal. Mereka dinilai memiliki potensi untuk dibina menuju jenjang balap yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.
Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian terhadap kemampuan teknik balap, seperti posisi berkendara, pengereman, racing line, teknik menikung, hingga penguasaan pergerakan tubuh. Selain itu, aspek konsistensi performa, daya tahan fisik, serta kemampuan beradaptasi di lintasan baru juga menjadi pertimbangan.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan program AHRS menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan balap berjenjang.
“AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pebalap Indonesia yang siap secara teknik, mental, dan fisik. Kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Andy dalam keterangannya.
Pada tahun ini, program pelatihan tidak hanya berlangsung di AHM SRTC Deltamas, tetapi juga di sirkuit permanen, termasuk Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman balap yang lebih mendekati kondisi kompetisi sesungguhnya.
Selain latihan di lintasan, peserta juga mendapatkan pembekalan nonteknis, seperti manajemen balap, komunikasi tim, serta pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam sesi latihan, siswa menggunakan motor NSF100, CBR150R, dan CRF150R dengan pendampingan pelatih berpengalaman.
Program AHRS juga dilengkapi dengan kegiatan pelatihan fisik dan simulasi kompetisi untuk membentuk kesiapan mental dan daya tahan para peserta.
Sejak digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan sejumlah pebalap yang berkiprah di berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Stp)
















Discussion about this post