JT.COM – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Jambi menggelar Diskusi Kebangsaan bertajuk “Setahun Kepemimpinan Prabowo–Gibran: Harapan Kebijakan dan Dukungan Kaum Muda” sebagai bentuk refleksi atas satu tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (26/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Jambi ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas bidang, di antaranya Dr. Ir. Fuad Muchlis, SP, M.Si. (akademisi pertanian), Citra Darminto, S.IP., M.MP. (pengamat politik), dan Yasir Hasbi, S.H., M.H. (aktivis). Acara diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jambi dan berlangsung dalam suasana santai namun penuh gagasan.
Dalam pemaparannya, Dr. Fuad Muchlis menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Ia menilai langkah-langkah awal pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan komitmen terhadap peningkatan ketahanan pangan nasional.
“Kemandirian pangan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan rakyat. Pemerintah perlu menjaga kesinambungan kebijakan agar hasilnya bisa dirasakan petani,” kata Fuad.
Sementara itu, Citra Darminto menilai tahun pertama pemerintahan menjadi fase penting konsolidasi birokrasi. Menurutnya, gaya kepemimpinan Prabowo–Gibran yang kolaboratif membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kalangan muda.
“Pemerintahan ini memberi kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat. Ini momentum bagi mahasiswa untuk memberikan ide-ide baru,” ujar Citra.
Sedangkan Yasir Hasbi menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga arah kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Mahasiswa perlu hadir sebagai pengawal kebijakan pemerintah. Kritik yang konstruktif adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa,” ujarnya.
Diskusi ini menjadi wadah refleksi dan dialog bagi generasi muda Jambi untuk memperkuat literasi politik serta meneguhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. AMAN Jambi berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai ruang edukatif dan kolaboratif.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tapi juga kontributor aktif dalam pembangunan nasional,” tutur perwakilan AMAN Jambi. (Stp)
















Discussion about this post