JT.COM – Ratusan keluarga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, kembali mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan perusahaan melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar,
Sebanyak 331 kepala keluarga SAD menerima bantuan berupa beras, paket sembako, hingga kebutuhan gizi tambahan bagi anak-anak. Sebanyak 20 siswa Sekolah Alam SAD juga memperoleh perlengkapan belajar, sementara 16 anak dengan kondisi stunting menerima tambahan gizi berupa telur dan susu.
Ketua TP-PKK Sarolangun sekaligus Bunda PAUD, Hj. Risya Fitria, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat adat, khususnya SAD, memerlukan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
“Anak-anak SAD berhak mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak. Karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat penting agar mereka bisa tumbuh dan berkembang tanpa kehilangan jati diri budaya,” ujarnya.
Pendampingan terhadap SAD selama lebih dari satu dekade dilakukan PT Sari Aditya Loka (SAL) melalui program berkelanjutan. Perusahaan ini rutin menghadirkan layanan kesehatan gratis dua kali sebulan dan mendukung enam posyandu SAD. Asisten CSR PT SAL, Slamet Riyadi, menyebut pihaknya berkomitmen melanjutkan upaya tersebut.
“Kami berusaha mendampingi SAD bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga kesehatan dan penguatan ekonomi keluarga. Harapan kami, pendampingan ini benar-benar bermanfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat adat,” katanya.
Plt. Camat Air Hitam, Bustra Desman, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP-PKK Sarolangun dan PT SAL yang konsisten mendampingi komunitas SAD. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah membantu masyarakat adat mendapatkan akses layanan dasar yang selama ini terbatas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan hidup Suku Anak Dalam di Sarolangun dan sekitarnya. (Stp)
















Discussion about this post