• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Pentingnya Pendidikan dan Latihan di Sektor Pariwisata

Redaksi by Redaksi
10/08/2025
in OPINI
0
Thamrin B. Bachri (dok.penulis)

Thamrin B. Bachri (dok.penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Thamrin B. Bachri

Dengan pendidikan dan latihan kita sampai pada suatu pokok pembicaraan yang sudah terlalu sering diabaikan, hal yang diabaikan tersebut tanpa disadari sangat penting bagi perkembangan pariwisata.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Dalam tulisan yang sederhana ini kami tidak membatasi diri pada uraian mengenai masalah yang berhubungan dengan pendidikan dan latihan bagi mereka yang akan bekerja di bidang usaha pariwisata, tetapi dalam uraian yang berupa komentar ini akan kami singgung juga manfaat serta keuntungan yang terbawa oleh sektor pariwisata.

Wisatawan adalah orang yang berada di luar lingkungannya sendiri, mereka merasa kurang yakin dan agak takut terhadap sesuatu yang tidak dikenalnya.

Menghadapi situasi semacam ini mereka dapat memberikan reaksi sebagaimana dilakukan oleh semua orang yaitu: menghindar, menarik diri dalam kepasifan, atau sama sekali menentang.

Dengan meningkatnya sarana yang serba modern seperti sistem transportasi yang serba cepat, fasilitas hotel yang baik, dan sarana lain yang dapat menunjang kemudahan, wisatawan mampu menyesuaikan diri dengan baik dan cepat, tetapi respon psikologi yang terpendam hendaknya jangan diabaikan.

Tercapainya perasaan tenang dan yakin, sangat banyak dipengaruhi oleh sambutan yang diterima pada kontak pertamanya dengan masyarakat setempat.

Karena itu perlu dipahami kondisi fisik dan psikologi yang berpengaruh terhadap wisatawan terutama ketika baru tiba, biasanya merasa lelah dan cemas. Hal semacam ini berpengaruh terhadap baik buruknya kesan pertama seseorang.

Petugas Pabean yang kasar, diikuti dengan seorang supir taksi yang menjengkelkan, ditambah lagi dengan penerimaan di sebuah hotel yang secara kebetulan saja kurang menyenangkan, dapat mengakibatkan wisatawan menjadi bingung dan kesal, sehingga akhirnya betul-betul timbul rasa penyesalan.

Negara yang menjadi tuan rumah harus melakukan segala sesuatu demi memudahkan wisatawan pada kontak pertamanya dengan masyarakat, agar dapat menimbulkan kesan pertama yang baik.

Senyuman dan sambutan yang ramah ketika tiba di lapangan udara, pelayanan informasi yang menyenangkan, sopan, dan terorganisir, serta kelancaran dalam pengurusan proses Imigrasi dan Pabean, ditambah sambutan petugas polisi dan pabean dengan ucapan kata-kata “Selamat Datang, Kami sangat senang dengan kehadiran Anda di antara kami” yang dilontarkan tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat dan rendah diri para petugas, maka pelayanan-pelayanan dengan cara demikian dapat menanamkan rasa puas dan tanggapan positif dari wisatawan. Tentu masih banyak hal lain yang dapat diusahakan untuk dapat memberikan kepuasan yang lebih baik.

Berbeda dengan kegiatan di dalam pabrik, pengawasan kualitas untuk bahanbahan buatan pabrik hampir keseluruhannya dapat diserahkan kepada mesin-mesin yang dapat bekerja sendiri (otomatis), sedangkan untuk kebanyakan produk wisata tidaklah mungkin.

Seseorang tidaklah mungkin bergegas keliling mengawasi hubungan antara tuan rumah dan pendatang. Kerena itu program-program pendidikan yang terus menerus melalui pemerintah / swasta dan media massa menjadi sangat penting.

Sikap dari masyarakat tuan rumah dapat dipengaruhi. Satu hal yang penting sekali ialah agar mereka mempunyai pengertian tentang pariwisata; penting sekali bahwa mereka dapat memahami bertambahnya kekayaan dalam nilai kehidupan yang diperoleh melalui kontak dengan masyarakat luar; di segi lain penting pula bahwa mereka dapat terus membantu untuk merintangi segi-segi negatif terhadap kontak tersebut.

Tentunya cara yang paling baik dalam usaha mengatasi adanya kesenjangan antara masyarakat tuan rumah dan pendatang, bukanlah dengan membawa para pendatang itu ke semacam perkampungan miskin di dalam kota atau menjauhkan dari masyarakat setempat, karena takut menularnya tingkah laku dan kebiasan para pendatang membahayakan masyarakat setempat.

Sebagai contoh: suatu hal yang sangat membantu masyarakat setempat ialah dengan memberi mereka penerangan tentang manfaat sosial penanaman modal dibidang pariwisata bagi mereka.

Karena manfaat sosial dari jenis penanaman modal yang demikian mungkin saja nantinya akan dapat membiayai pembangunan sekolah baru atau fasilitas-fasilitas masyarakat lainnya.

Bila penduduk setempat memandang pendatang hanya sebagai parasit untuk ditipu atau sebagai orang yang kepergiannya dinanti-nantikan dengan tidak sabar, atau dalam kasus yang luar biasa, sebagai iblis yang kehadirannya dirasakan sama sekali tidak perlu, maka hal ini sama sekali tidak akan membantu pengembangan pariwisata. Tentunya banyak yang dapat diperbuat.

Sehubungan dengan pengaruh yang merusak akibat penampilan kemewahan para wisatawan di tengah-tengah kemiskinan setempat, Bank Dunia mengemukakan pesannya yaitu “Dengan ramalan (forcasting) dan perencanaan (planning) yang cukup matang, maka kerusakan-kerusakan yang demikian itu dapat dihindarkan dan keuntungan-keuntungan dari kepariwisataan dapat ditingkatkan lebih jauh lagi”. (International Journalism of Tourism management, C.D.G. Collection, 1979).

Perkembangan pariwisata di negara-negara lain telah meluas dengan cepatnya, di lain pihak ketergantungan pada orang-orang asing untuk mengurus hotel hotel dalam beberapa tahun mendatang secara perlahan-lahan akan lenyap. Hal ini bisa diterima dengan akal sehat dan menuntut prioritas utama dari segala sudut pandang, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun politik.

Kebutuhan pendidikan dan latihan bagi yang bekerja di sektor pariwisata, hendaknya seimbang dengan baik. Yang kita perlukan bukanlah sekedar lulusan lulusan manajemen terbaik, tetapi juga manajemen kelas menengah dengan diploma diploma yang telah disediakan di pusat-pusat latihan pariwisata.

Kita juga memerlukan para pegawai pembantu, misalnya juru masak, kepala pelayan, pengurus rumah tangga yang telah mengikuti kursus-kursus pendek yang menitik beratkan kepada segi-segi manajemen dasar dari pekerjaan ini.

Kemudian, tentunya kita memerlukan jumlah staf operasional, kursus-kursus dasar kejuruan untuk waiters, para juru masak, pelayan-pelayan kedai minuman (barmen), pembersih kamar (chambermaids) dan sebagainya.

Hal yang penting diperhitungkan bahwa pendidikan dan latihan hendaknya berada dalam keseimbangan yang tepat dalam konsep dan tujuannya dengan kebutuhan total industri ini, bila sampai terlalu banyak juru masak sedangkan tenaga manajer masih kurang atau pun sebaliknya, maka kondisi ini jelas tidak menguntungkan.

Walaupun keterangan di atas ditujukan kepada hotel-hotel, hal ini berlaku pula bagi ruang lingkup usaha perjalanan atau lebih luas lagi menyangkut pegawai pegawai perusahaan penerbangan, biro-biro perjalanan umum, para pegawai pariwisata pemerintah, dan lain sebagainya.

Hal yang patut juga mendapat perhatian, bahwa pendidikan dan latihan bukanlah suatu usaha yang sekaligus dapat dilaksanakan hingga selesai, pendidikan dan latihan merupakan suatu proses yang kontinyu yang kian lama kian menguatkan pengalaman-pengalaman melalui suatu rangkaian kursus-kursus pendek, seminar seminar, ceramah-ceramah, dan sebagainya yang direncanakan terlebih dahulu.

Sebagai contoh mengapa para supir yang terus-menerus berhubungan dengan para wisatawan tidak diundang untuk menghadiri serangkaian pembicaraan-pembicaraan mengenai pariwisata dan pentingnya pariwisata. Judul-judul yang antara lain dapat dibicarakan adalah yang berhubungan dengan tingkah laku para wisatawan dan latar belakang serta sejarah negaranya, dan juga melatih para supir dapat untuk berbahasa asing.

Dalam semua kegiatan pendidikan dan latihan baik pada tingkatan apa pun atau berapa lama pun, terdapat kesempatan untuk membangun suatu sikap yang positif dan pengertian terhadap pariwisata, yang membantu perkembangan sektor pariwisata dimasa yang mendatang.

Kita sebaiknya dapat melihat, membandingkan serta mempelajari keberhasilan negara-negara yang telah berpengalaman di bidang pariwisata untuk dapat mengetahui jenis pendidikan dan latihan yang nantinya dapat disumbangkan bagi kemajuan sektor pariwisata ini. Bagaimana pun juga, dalam mendirikan pusat-pusat pendidikan dan latihan yang perlu dipelajari terlebih dahulu apa yang benar-benar diperlukan bagi profesi-profesi tertentu.

Sektor yang bersangkutan sama sekali tidak akan merasakan manfaatnya jika mereka yang sedang dididik pada akhirnya terpaksa mencari pekerjaan di luar negeri, atau sama sekali tidak mendapat pekerjaan.

“The Great Aim of Education and Training is not Knowledge but Action”

Penulis adalah
– Alumnus Dept. Hospitality & Tourism University of Wisconsin, USA.
– Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Periode 2002-2009.
– Tenaga Ahli Gubernur Jambi.

Previous Post

8 Tahun MoU Tanjab Timur–Lingga, Wisata Pulau Berhala Masih Terbengkalai

Next Post

Transaksi Ekonomi Festival Batanghari 2025 Lampaui Target

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada salah satu pemenang lomba dalam rangkaian Festival Batanghari 2025 di Ruang Terbuka Hijau Putri Pinang Masak, Kota Jambi, Sabtu (9/8/2025) malam.(dok.Yola)

Transaksi Ekonomi Festival Batanghari 2025 Lampaui Target

Dua pesilat saling adu strategi pada hari kedua Open Turnamen Pencak Silat Piala Danrem 042/Gapu di Lapangan Tenis Indoor Korem 042/Gapu, Jambi, Sabtu (10/8/2025). (Dok.Nahar)

Persaingan Ketat Warnai Hari Kedua Open Turnamen Pencak Silat Jambi

Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Hidayat (kedua kiri), bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto (tengah), menghadiri pembukaan IPPAFest 2025 di Aloha Pasir Putih, PIK 2, Jakarta, Jumat (8/8/2025).(dok. Humas)

Kakanwil Ditjenpas Jambi Apresiasi Festival Karya WBP di IPPAFest 2025

Petugas membagikan beras SPHP kepada warga dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Polda Jambi di kawasan Tugu Keris, Kota Jambi, Minggu (10/8/2025). (Dok.Nahar)

Delapan Ton Beras Ludes dalam 2 Hari, Kapolda Jambi Pastikan Program Beras Murah Terus Berlanjut

Wali Kota Jambi, Maulana, menyerahkan doorprize kepada peserta dalam perayaan HUT ke-17 RSIA ANNISA di Kota Jambi, Sabtu (23/8/2025). (Dok.Yola)

RSIA ANNISA Genap 17 Tahun, Momentum Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN