JT.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengonsolidasikan seluruh kekuatan daerah untuk membantu penanganan bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Konsolidasi itu dibahas dalam rapat tanggap darurat yang berlangsung Selasa (2/12/2025) di Ruang Rapat Gubernur Bengkulu.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu membuka pertemuan dengan menegaskan urgensi penanganan cepat.
“Kita tidak bisa hanya melihat dari jauh. Bengkulu wajib hadir membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang,”ujarnya.
Kepala BPBD Provinsi Bengkulu kemudian memaparkan perkembangan di lapangan, termasuk kerugian dan kebutuhan paling mendesak para korban.
“Dampaknya besar sekali. Korban jiwa, kerusakan rumah, hingga putusnya akses jalan. Bantuan dari berbagai daerah sangat mereka butuhkan,” katanya.
Rapat menghadirkan Sekda kabupaten/kota, pimpinan OPD, Baznas, Forum CSR, hingga manajemen Bank Bengkulu.
Seluruh peserta menyampaikan kapasitas bantuan masing-masing agar koordinasi berjalan efisien.
Wakil Gubernur Bengkulu memberikan arahan untuk mempercepat langkah operasional.
“Kita harus bergerak cepat. Semua instansi saya minta menyiapkan rencana aksi yang jelas, terutama terkait logistik dan tim respons cepat,”tegasnya.
Dari hasil diskusi, peserta rapat menyepakati pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana untuk memusatkan koordinasi.
Rapat juga menetapkan skema distribusi bantuan hingga mekanisme keberangkatan tim menuju tiga provinsi terdampak.
Program “Bengkulu Peduli” menjadi jalur resmi penyaluran bantuan. Pemerintah provinsi menargetkan dana Rp 3 miliar, terdiri dari Rp 900 juta dari pemprov, Rp 300 juta dari Baznas, serta Rp 100 juta dari setiap kabupaten/kota di Bengkulu.
Sekda Bengkulu menjelaskan rencana penyaluran dana tersebut.
“Pencairan BTT kami targetkan selesai pada 8 Desember. Tim akan berangkat pada 9 atau 10 Desember untuk menyerahkan bantuan langsung di titik-titik terdampak,” ungkapnya.
Rapat berakhir pukul 11.00 WIB dengan komitmen penuh dari seluruh peserta untuk membantu pemulihan daerah terdampak banjir bandang.
Sekda kembali menegaskan bahwa solidaritas ini menjadi bukti kepedulian Bengkulu terhadap sesama.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi tentang kehadiran dan empati. Bengkulu bersatu untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar,” tutupnya. (Yl)
















Discussion about this post