JT.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi akan menggelar operasi skala besar bertajuk Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) mulai 14 Juli 2025.
Operasi ini menyasar kendaraan angkutan barang yang melebihi kapasitas dimensi dan muatan yang ditentukan.
Kendaraan jenis ini disebut sebagai penyumbang terbesar kerusakan infrastruktur jalan serta berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama karena rem blong atau kendaraan terguling.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa operasi ini merupakan gerakan kolektif, bukan sekadar razia biasa.
“Zero ODOL bukan sekadar operasi sesaat, tapi gerakan bersama untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Jalan bukan hanya milik kendaraan besar, tapi milik seluruh pengguna jalan,” ujar Kombes Adi Benny, Rabu (28/5/2025).
Ia menyampaikan, kendaraan yang melanggar aturan akan dikenai sanksi tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya mencakup teguran, tilang, hingga rekomendasi pembekuan izin operasional perusahaan.
Operasi Zero ODOL akan diawali dengan masa sosialisasi dan edukasi kepada pengusaha angkutan dan sopir, yang berlangsung pada 1–13 Juni 2025. Setelah masa peringatan berakhir, penegakan hukum secara penuh akan diterapkan.
Menurut Ditlantas, Zero ODOL penting karena mengurangi risiko kecelakaan fatal akibat kendaraan tak laik jalan, memperpanjang umur jalan yang rusak karena beban berlebih, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, mendorong kepatuhan hukum di kalangan pelaku usaha transportasi.
“Modifikasi kendaraan secara ilegal demi menambah kapasitas adalah pelanggaran serius. Over loading dan over dimension sama-sama membahayakan. Jangan kompromi soal keselamatan,” tegas Dirlantas.
Pihak Ditlantas juga akan menggencarkan sosialisasi di terminal, pool angkutan, serta jalur distribusi utama, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan komunitas sopir.
“Kami berharap 14 Juli bukan hanya menjadi momen penindakan, tapi awal perubahan menuju jalan yang lebih aman dan tertib,” tutup Kombes Adi Benny. (Nhr)
















Discussion about this post