JT.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar. Lalu lintas terkendali, kecelakaan menurun, dan mobilitas masyarakat meningkat di berbagai moda transportasi.
Hasil analisa dan evaluasi mencatat angka kecelakaan turun 6,31 persen dibanding Lebaran 2025. Penurunan tajam terjadi pada korban meninggal dunia yang turun 31,19 persen.
Korban luka berat juga menurun 13,8 persen. Namun, korban luka ringan naik 3,38 persen.
Volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 3.255.002 unit atau naik 18,43 persen dari kondisi normal. Sementara kendaraan masuk tercatat 2.989.931 unit atau meningkat 10,79 persen.
Polri mencatat masih ada 7,7 persen kendaraan belum keluar dan 11,9 persen belum kembali ke ibu kota.
Polri menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas. Pengalihan arus dilakukan 205 kali, contra flow 39 kali, one way lokal 39 kali, dan one way nasional dua kali.
Langkah ini dinilai efektif mengurai kepadatan di jalur mudik dan arus balik.
Pergerakan penumpang meningkat di semua moda. Terminal naik 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, bandara 6,99 persen, dan pelabuhan 15,51 persen.
Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan capaian ini hasil kerja sama semua pihak.
“Pelayanan mudik berjalan baik. Kecelakaan turun dan mobilitas masyarakat terlayani aman dan lancar,” ujarnya.
Pengamanan melibatkan 161.243 personel gabungan, terdiri dari 89.928 personel Polri, 13.788 TNI, dan 58.327 instansi lain. Mereka mengamankan 185.608 objek di seluruh Indonesia.
Polri mengoptimalkan command center berbasis data real-time. Pengawasan diperkuat dengan ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), dan Road Accident Rescue (RAR).
Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 juga melayani 29.009 pemudik dengan 646 bus dan 9 kapal.
Respons publik terhadap pelayanan mudik didominasi positif. Petugas dinilai sigap dan humanis di lapangan.
“Ke depan, kami terus evaluasi agar pelayanan semakin optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” tutup Johnny. (Humas Polri/Yl)
















Discussion about this post