JT.COM – Kepala Jasmani Kodam (Kajasdam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo, S.Sos., M.I.Pol., memantau langsung pelaksanaan ujian kenaikan sabuk Pencak Silat Militer (PSM) dari sabuk putih ke sabuk hijau yang diikuti 854 prajurit jajaran Korem 042/Garuda Putih (Gapu).
Kegiatan pembinaan kemampuan bela diri tersebut berlangsung pada 9–12 Maret 2026 dan dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi, yakni Balai Prajurit Makorem 042/Gapu di Jambi, Stadion Kabupaten Sarolangun, dan GOR Futsal Kabupaten Tebo.
Dalam peninjauan tersebut, Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo melihat langsung proses pelaksanaan ujian yang meliputi penguasaan teknik dasar pencak silat militer, ketahanan fisik, serta kedisiplinan prajurit pada setiap tahapan penilaian.
Menurut Prasetyo, kemampuan bela diri merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental.
“Kenaikan sabuk ini bukan sekadar peningkatan tingkat kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, pembinaan kemampuan bela diri perlu dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Pelaksanaan ujian kenaikan sabuk tersebut diikuti dengan antusias oleh para prajurit. Sejak pagi hari, peserta menjalani setiap tahapan ujian dengan disiplin, mulai dari peragaan teknik dasar, rangkaian gerakan, hingga simulasi pertahanan diri yang menjadi bagian dari materi penilaian dalam pencak silat militer.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan jasmani TNI AD yang bertujuan membentuk prajurit dengan kondisi fisik yang prima serta kemampuan bela diri yang memadai untuk mendukung pelaksanaan tugas satuan. (Nhr)
















Discussion about this post