• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Islam Jambi Ditengah Islam Nusantara: Historisitas, Multipolaritas dan Kolaborasi Melayu Jambi

Redaksi by Redaksi
07/11/2025
in OPINI
0
Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd (Dok. Penulis)

Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh : Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.

​Islam di Jambi menawarkan narasi unik yang sering terabaikan dalam diskursus Islam Nusantara. Berbeda dari jalur konvensional, Islam Jambi dicirikan oleh multipolaritas sumber, mulai dari pedagang Arab di jalur Makkah/Arabia abad ke-1 H/7 M, hingga pelembagaan oleh tokoh yang dikaitkan dengan Kesultanan Turki Utsmaniyah di abad ke-9 H/15 M.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Paper ini menguraikan kekhasan historis tersebut, mengaitkannya dengan potensi Jambi sebagai pelabuhan global (Sungai-Laut) dan pusat peradaban (Candi Muaro Jambi) sejak abad ke-7 M. Analisis diperkuat oleh tinjauan kritis terhadap teori-teori sejarah dari pakar global (Cina, Belanda, Timur Tengah) dan studi mengenai Tarekat yang berkembang.

Temuan utama menunjukkan bahwa kolaborasi harmonis antara Islam dan Adat Melayu Jambi melalui filosofi “Adat Bersendi Syarak” merupakan kunci bagi Islamisasi yang damai dan inklusif, menjadikan Jambi sebagai model dialog peradaban yang layak mendapat sorotan global.

​Kata Kunci: Islam Jambi, Melayu Jambi, Teori Makkah, Datuk Paduko Berhalo, Candi Muaro Jambi, Tarekat.

​Asal Usul Islam Jambi: Melacak Jejak Multipolaritas yang Berbeda

​Landasan Teologis: Perintah Penyebaran Islam (Dakwah) dan Rahmat

​Motivasi para da’i dan ulama yang mencapai Jambi berakar pada pemahaman teologis mendalam terhadap misi universal Islam, melampaui kepentingan dagang semata.

​1. Misi Universal dan Penghapusan Batas Geografis

​Perintah untuk menyebarkan risalah kepada seluruh manusia menjadi otorisasi bagi perjalanan jauh ulama ke Nusantara.

​Hadis Universalitas Risalah: Rasulullah bersabda, “Dahulu, seorang nabi diutus khusus kepada kaumnya saja, sementara aku diutus kepada seluruh umat manusia secara umum” (Sahih Bukhari, Hadis No. 335).

​Syarh Hadis (Ibnu Hajar): Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Hadis ini secara eksplisit menghapus batasan geografis dan etnis (Ibnu Hajar, jilid 6: 153). Implikasinya, misi ulama dari Makkah/Arabia ke Jambi adalah pemenuhan perintah langsung Nabi untuk menyampaikan risalah kepada seluruh nās (umat manusia), menjadikan wilayah Melayu Jambi sebagai lahan dakwah.

​2. Metode Hikmah dan Penyampaian Kebaikan

​Ayat dan hadis juga mengatur cara dakwah, yang sesuai dengan Islamisasi damai Jambi.

​Ayat Hikmah: Surah An-Naḥl ayat 125, memerintahkan dakwah dengan hikmah (kebijaksanaan). Perintah ini memandu ulama untuk menyesuaikan penyampaian Islam dengan budaya Melayu Jambi (Ibnu Katsir, jilid 4: 597).

​Hadis Penyampaian: Hadis riwayat Bukhari menegaskan, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (Sahih Bukhari, Hadis No. 3461). Ini memotivasi ulama yang memiliki pengetahuan, betapapun sedikitnya, untuk melakukan perjalanan jauh ke Jambi, menjadikan perjalanan dakwah sebagai prioritas fardhu kifayah.

​1. Fase Kontak Awal: Jalur Langsung dari Arabia (Makkah) (Abad ke-1 H / Abad ke-7 M)

​Narasi ini bersandar pada Teori Makkah (Hamka, 1958: 45), yang menegaskan Islam datang langsung dari Arabia (Hijaz) pada abad ke-7 Masehi (c. 30 H). Dukungan historisnya sangat kuat:

​Diplomatik: Kontak surat-menyurat dari penguasa Sumatera (Melayu/Jambi) kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz (c. 718 M / 99 H) membuktikan relasi politik-keagamaan langsung dengan pusat Islam awal (Ricklefs, 2008: 55).

​Geografis dan Ekonomi: Jambi (Kerajaan Melayu) adalah hub peradaban yang tercatat I-Tsing (Shih, 695 CE: 15), terbuka bagi pedagang Arab Muslim yang melayari Jalur Sutra Maritim (Reid, 1993: 155). Penekanan pada Madzhab Syafi’i di Jambi juga menguatkan asal usul Arab, karena Madzhab ini dominan di Makkah.

​2. Fase Pelembagaan: Titik Balik Turki dan Asimilasi (Abad ke-9 H / Abad ke-15 M)

​Pelembagaan Kesultanan Islam Jambi terjadi sekitar Abad ke-15 M (c. 885 H). Tokoh utamanya, Datuk Paduko Berhalo (Ahmad Barus), secara tradisi dikaitkan dengan Kesultanan Turki Utsmaniyah. Ini menunjukkan adanya jalur Islamisasi yang berbeda (Turki), melengkapi narasi Arabia, yang dikuatkan melalui pernikahan politik dengan Putri Selaras Pinang Masak (Mukty Nasruddin, 1999: 11). Narasi Turki ini menarik karena menyiratkan koneksi Kesultanan Jambi dengan pusat kekhalifahan yang berorientasi ke Barat, bukan hanya ke Asia Selatan.

​3. Fase Penguatan dan Keilmuan: Kontribusi Hadrami (Yaman) (Abad ke-11 H / Abad ke-17 M)

​Pada fase ini, ulama Hadrami (Yaman) memainkan peran sebagai ikutan yang memperkuat struktur keilmuan Islam yang sudah ada. Mereka bukan pembawa Islam pertama, tetapi penguat ajaran. Kedatangan mereka di abad ke-17 M hingga ke-19 M, seperti Habib Husein Al-Baraqbah, memperkokoh praktik Madzhab Syafi’i dan jaringan Tarekat, memastikan kesinambungan tradisi sunni yang kuat dan moderat (Freitag & Clarence-Smith, 1997: 120-125). Kontribusi Hadrami memastikan Islam di Jambi memiliki akar keilmuan yang mendalam.

Teori Sejarah Islam Jambi dari Sudut Pandang Global

​1. Sumber Asia Timur (Cina): Jambi sebagai Hub Peradaban Kosmopolitan

​Catatan Tiongkok memberikan konteks kuat bahwa Jambi sudah menjadi kosmopolitan sebelum Islam menjadi agama mayoritas. I-Tsing (Shih, 695 CE: 15) mencatat Melayu/Jambi sebagai pusat studi Buddha terkemuka di abad ke-7 M. Keterbukaan ini secara historis memfasilitasi interaksi damai dengan pedagang Muslim Tiongkok di pelabuhan Jambi, terutama pada masa Dinasti Ming (Garnaut, 2008: 150), menegaskan multipolaritas sumber Islam Jambi.

​2. Historiografi Eropa (Belanda): Kekuatan Politik dan Ekonomi Islam

​Geopolitik Ekonomi: O. W. Wolters (Wolters, 1967: 110-115) menjelaskan kekuatan Jambi sebagai pelabuhan sungai-laut yang menguasai perdagangan emas dan rempah melalui Sungai Batanghari. Lokasi ini menarik perhatian VOC/Belanda.

​Ideologi Perlawanan: Elsbeth Locher-Scholten (Locher-Scholten, 1994: 40-45) menganalisis peran Islam sebagai ideologi pemersatu dan perlawanan Kesultanan Jambi melawan Belanda. Di bawah Sultan Thaha Saifuddin, Islam menjadi kekuatan politik yang dominan, membuktikan bahwa agama memiliki peran sentral dalam kedaulatan negara Jambi.

​Secara syariat, Jambi berpegangan pada Madzhab Syafi’i, yang sesuai dengan tradisi ulama Hadrami dan Makkah. Secara spiritual, kehidupan beragama didominasi oleh Tarekat Mu’tabarah. Tarekat Naqsyabandiyah dan Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) berfungsi sebagai pusat pendidikan tasawuf. Martin van Bruinessen (Van Bruinessen, 1996: 180) menunjukkan jaringan ulama Tarekat ini memastikan Islam Jambi tetap moderat, fokus pada akhlak, dan terintegrasi dengan budaya lokal.

​Jambi adalah primadona global, didukung oleh:

​Pelabuhan Sungai-Laut Terbesar: Sungai Batanghari adalah urat nadi perdagangan, menjadikan Jambi titik transit strategis antara komoditas pedalaman dan Selat Malaka.

​Destinasi Pendidikan Peradaban: Candi Muaro Jambi (Abad ke-7 M) adalah bukti bahwa Jambi pernah menjadi pusat studi Buddha terkemuka di Asia Tenggara, setara Nalanda (Moens, 1937: 90).

​Destinasi Ekowisata Kontemporer: Geopark Merangin (UNESCO Global Geopark), Gunung Kerinci, dan Teh Kayu Aro menjaga daya tarik Jambi di kancah global.

​Islam Jambi adalah model akulturasi yang sukses. Filosofi kunci “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” (Usman Abu Bakar, 1992: 57) memastikan Islam sebagai norma tertinggi, namun adat istiadat Melayu yang baik tetap diakomodasi. Koeksistensi damai dengan peninggalan Hindu-Buddha serta komunitas minoritas membuktikan bahwa Islam Jambi adalah model inklusif yang berhasil mengelola pluralitas secara efektif.

​Islam Jambi, dengan multipolaritas historisnya (Arabia, Turki, Yaman) dan kolaborasinya yang erat dengan budaya Melayu, adalah narasi yang esensial. Jambi membuktikan bahwa Islam datang secara damai, memanfaatkan jaringan perdagangan global, dan berasimilasi sempurna dengan budaya Melayu.

Paper ini mendorong komunitas akademis global untuk menjadikan Jambi sebagai fokus studi utama tentang akulturasi dan koeksistensi Islam di Asia Tenggara, sebagai model yang layak ditiru oleh dunia.

​Penulis Guru Besar UIN STS Jambi

Previous Post

Dua Mahasiswa UIN STS Jambi Tembus Jurnal Scopus, Rektor Apresiasi Prestasi Internasional

Next Post

Hari Keenam POPNAS XVII, Jambi Raih 10 Medali

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Atlet wushu asal Jambi, Carlson Ong (tengah), menerima medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII 2025 di Jakarta. (Dok. Humas POPNAS XVII 2025)

Hari Keenam POPNAS XVII, Jambi Raih 10 Medali

Direktur Operasi I PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), G. Aji Sentosa (kelima dari kiri), menerima penghargaan “Outstanding State-Owned Subsidiary in Toll Road Development” pada ajang Bisnis Indonesia Logistics Awards (BILA) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Dok. Resmi HKI Infrastruktur)

Bangun 421 Km Jalan Tol, HKI Raih Penghargaan di Ajang Bisnis Indonesia Logistics Awards

Bidpropam Polda Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi Whistle Blower System di Di Aula Hotel Nala Side Bengkulu, Kamis (06/11/2025). (Dok.yola)

Bidpropam Polda Bengkulu Gelar Sosialisasi Whistle Blower System

Kapolri Jenderal bersama Ketua Komisi IV DPR RI meninjau SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). (Foto: Humas)

Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR Tinjau SPPG YKB Polres Karanganyar

Ketua Pengurus Provinsi Senam Tera Indonesia (STI) Jambi, Ratu Munawaroh (berbusana putih), memimpin rapat persiapan peringatan Hari Senam Tera Indonesia 2025 di Jambi, Kamis (6/11/2025) (Dok. Daus)

Ratu Munawaroh Matangkan Persiapan Hari Senam Tera Indonesia 2025

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN