JT.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jambi menghentikan sementara peredaran enam merek beras premium setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian mutu.
Pengecekan dilakukan sejak Senin (15/7/2025) hingga Selasa (16/7/2025) di sejumlah toko ritel di Kota Jambi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Ismed Wijaya, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh setelah tim melakukan inspeksi ke sejumlah gerai ritel seperti Jamtos, Trona Ekspres, Oki Mart, dan Fresh Mart.
“Saat pengecekan, kami menemukan indikasi ketidaksesuaian antara label ‘beras premium’ dan isi beras di dalam kemasan. Untuk itu, kami telah mengambil sampel guna diuji di UPTD Laboratorium Penjamin Mutu Dinas Perindag Provinsi Jambi,” ujar Ismed, Rabu (16/7/2025).
Ismed menegaskan bahwa keenam merek beras tersebut dilarang sementara untuk diperjualbelikan hingga hasil uji laboratorium keluar. “Berasnya kami minta disimpan di gudang terlebih dahulu dan tidak dijual ke masyarakat,” tegasnya.
Adapun enam merek beras yang dimaksud adalah Sofya, Sania, Fortune, Raja Ultima, Raja Platinum, dan Topi Koki.
Menurut Ismed, para pengelola ritel bersikap kooperatif dan bersedia untuk menghentikan penjualan serta tidak menerima pasokan baru dari merek-merek tersebut selama masa pemeriksaan berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menyebut bahwa terdapat dua potensi pelanggaran dalam kasus ini.
“Pertama, dari sisi perlindungan konsumen. Konsumen dirugikan karena isi beras tidak sesuai dengan label premium pada kemasan. Kedua, ini juga pelanggaran terhadap ketertiban niaga karena produsen tidak memenuhi standar dan regulasi yang ditetapkan pemerintah,” jelas Fuad.
Menurut Fuad, hasil pengujian laboratorium diperkirakan akan keluar dalam dua hari ke depan. “Secara teknis, proses uji mutu tidak memakan waktu lama. Kurang lebih dua hari, hasilnya bisa diumumkan,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Jambi melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk melakukan pengawasan berkelanjutan dan akan kembali meninjau lapangan untuk memastikan enam merek tersebut tidak kembali diperjualbelikan sebelum ada kejelasan hasil uji mutu.b (Stp)
















Discussion about this post