JT.COM – Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., menghadiri kegiatan Tabligh Akbar bersama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok, Desa Gemuruh, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Minggu (22/11/2025).
Ribuan jamaah, para ulama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjab Barat turut hadir dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut. Selain tabligh akbar, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok oleh Habib Luthfi.
Dalam ceramahnya, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air. Hal itu disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November.
“Kita berkumpul untuk mengenang jasa para pahlawan, termasuk para ulama yang berjuang demi kehormatan, harga diri, dan jati diri bangsa. Nilai-nilai perjuangan itu tertanam dalam Merah Putih,” ujar Habib Luthfi.
Beliau juga mengingatkan pentingnya meneladani ajaran Rasulullah SAW tentang toleransi dan persaudaraan, sebagai dasar dalam memperkuat keutuhan bangsa di tengah perbedaan.
Usai ceramah dan doa bersama, Habib Luthfi meresmikan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok, disaksikan langsung oleh Danrem 042/Gapu, pejabat daerah, dan para tamu undangan.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai tabligh akbar menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebangsaan masyarakat Jambi.
“Tabligh akbar ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan persatuan, menumbuhkan toleransi, dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan,” ujar Brigjen Heri Purwanto.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengasuh pondok pesantren dan panitia penyelenggara atas kerja keras dalam mewujudkan kegiatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi umat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai religius dan kebangsaan semakin tertanam kuat di tengah masyarakat, sehingga menjadi modal utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Nhr)
















Discussion about this post