JT.COM – Komisi II DPRD Kota Bengkulu turun langsung ke lapangan menyusul keluhan serius warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari pengelolaan limbah Hotel Mercure.
Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di Jalan Kinibalu I, RT 02, Kelurahan Padang Jati, Selasa (3/2/2026).
Langkah tegas ini diambil setelah warga berulang kali mengadukan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar hotel.
DPRD menilai persoalan limbah bukan hal sepele karena menyangkut kesehatan dan hak hidup layak masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, menegaskan bahwa aktivitas usaha tidak boleh berjalan dengan mengorbankan warga.
“Kami tidak ingin ada pembiaran. Keluhan warga ini nyata dan harus ditindaklanjuti. Usaha sebesar apa pun tidak boleh mencemari lingkungan,” tegas Rodi di lokasi sidak.
Dalam sidak tersebut, anggota dewan memeriksa langsung sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hotel. Hasil pengecekan awal menemukan indikasi sistem penyaringan yang belum optimal, sehingga berpotensi menimbulkan bau.
DPRD secara tegas meminta manajemen Hotel Mercure segera melakukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sementara.
“Perbaikan harus konkret dan terukur. Jangan sampai masalah ini berulang. DPRD akan mengawal,” ujar Rodi.
Pihak Hotel Mercure menyatakan sikap terbuka dan siap bertanggung jawab. Legal Hotel Mercure, Aan, menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Masukan ini sangat penting bagi kami. Kami berkomitmen melakukan perbaikan agar tidak lagi menimbulkan gangguan,” kata Aan.
Ia juga menyebutkan pihak hotel tengah menyiapkan peningkatan sistem pengolahan limbah agar lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, menegaskan pengawasan tidak akan berhenti pada sidak semata.
“Kami ingin investasi berjalan sehat. Hotel harus memberi manfaat, bukan masalah bagi warga sekitar,” tegasnya.
Dari pihak masyarakat, Ketua RT 02 Padang Jati, Refa, menyambut positif langkah cepat DPRD. Ia berharap komitmen hotel benar-benar diwujudkan, bukan hanya janji.
“Kami berharap perbaikan benar-benar dilakukan. Informasinya akan ada pembangunan sistem baru pada April, kami akan kawal bersama,” ujar Refa.
Warga Padang Jati berharap pengelolaan limbah Hotel Mercure segera dibenahi secara permanen.
Mereka juga meminta pengawasan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Yl)
















Discussion about this post