• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Boleh Meminta Tolong, Asal Jangan Jadi Pengemis

Redaksi by Redaksi
24/06/2025
in OPINI
0
Fikri, S.Ag (Dok. Pribadi Penulis)

Fikri, S.Ag (Dok. Pribadi Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Fikri, S.Ag

Dalam kehidupan, tidak ada satu manusia pun yang bisa hidup sepenuhnya sendiri. Kita semua pada titik tertentu membutuhkan orang lain untuk bantuan, dukungan, bahkan sekadar mendengarkan.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Meminta tolong adalah bagian wajar dari interaksi sosial. Namun, ada perbedaan besar antara meminta tolong sebagai bagian dari saling bantu, dengan mengemis yang menjadi kebiasaan hidup yang bergantung sepenuhnya pada belas kasihan orang lain.

Permintaan tolong yang tulus biasanya lahir dari kondisi tertentu yang sifatnya darurat, atau keterbatasan yang belum bisa diatasi sendiri. Misalnya, seorang mahasiswa yang kehilangan dompet dan butuh bantuan ongkos pulang, atau seorang ibu yang butuh donor darah untuk anaknya.

Situasi seperti ini menyentuh empati dan menunjukkan bahwa bantuan dibutuhkan untuk mengatasi krisis. Namun, ketika seseorang menjadikan belas kasihan orang lain sebagai sumber penghidupan utama dan terus-menerus meminta tanpa upaya memperbaiki diri, maka itulah yang disebut sebagai mental pengemis.

Mengapa penting membedakan antara meminta tolong dan menjadi pengemis? Karena perbedaan ini menunjukkan sejauh mana seseorang menghargai martabat dirinya sendiri. Orang yang tahu diri akan tahu kapan harus meminta dan kapan harus bangkit. Ia akan merasa malu jika terlalu sering bergantung, dan berusaha mandiri sebisanya.

Sayangnya, dalam masyarakat kita, masih banyak yang salah kaprah. Mengemis tidak selalu dalam arti fisik—seperti meminta uang di pinggir jalan—tetapi juga bisa dalam bentuk ketergantungan mental: menunggu bantuan tanpa usaha, merasa berhak dibantu terus-menerus, atau menjadikan belas kasihan sebagai alat manipulasi.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini dapat dilihat pada sebagian orang yang terlalu nyaman menerima bantuan tanpa rasa tanggung jawab untuk bangkit. Bahkan di era digital, fenomena ini muncul dalam bentuk “mengemis online” dari mengandalkan donasi untuk kebutuhan pribadi, hingga membuat konten menyedihkan hanya demi belas kasihan dan uang. Alih-alih mendorong semangat kerja, hal ini justru membentuk pola pikir malas dan ketergantungan.

Padahal, manusia diberikan akal, tenaga, dan potensi untuk berusaha. Dalam agama dan budaya manapun, kerja keras dihargai, sedangkan mengemis yang tidak dalam kondisi darurat dianggap sebagai pelecehan terhadap martabat manusia.

Dalam Islam, misalnya, Rasulullah SAW bersabda bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, yang mengajarkan pentingnya memberi daripada hanya menerima.

Bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan. Justru, sikap rendah hati untuk mengakui bahwa kita butuh pertolongan adalah hal yang mulia. Namun, bantuan seharusnya menjadi batu loncatan, bukan tempat berlindung selamanya.

Setelah mendapat pertolongan, seseorang idealnya terdorong untuk kembali berdiri, bahkan pada gilirannya membantu orang lain. Di sinilah makna gotong royong dan solidaritas sosial yang sehat: saling bantu tanpa memelihara ketergantungan.

Kita perlu mengajarkan sejak dini bahwa hidup harus diupayakan, bukan dikasihani. Pendidikan karakter, keteladanan orang tua, dan dukungan sosial harus diarahkan untuk membentuk generasi yang mandiri, bukan hanya pintar meminta. Budaya kerja keras harus lebih ditonjolkan daripada kisah belas kasihan.

Bantuan dan tolong-menolong tetap penting. Dalam kondisi tertentu, manusia memang tidak bisa sendiri. Tapi prinsipnya sederhana: boleh meminta tolong, asal jangan jadi pengemis. Karena ketika kita terbiasa hidup dari belas kasihan, kita kehilangan harga diri dan saat harga diri hilang, maka hilanglah semangat untuk berjuang.

Mari tumbuhkan budaya saling bantu, tanpa mengikis kemandirian. Mari bantu yang benar-benar membutuhkan, sekaligus dorong mereka untuk bangkit dan tidak berhenti di simpati. Karena bantuan sejati bukan hanya menyelamatkan untuk sementara, tapi memampukan untuk selamanya.

Previous Post

Kapolda Jambi Sambut Hangat Kunjungan Danpas 1 Korps Brimob Polri

Next Post

Rekonsiliasi Data Jamaah Haji Indonesia Tuntas Sebelum Puncak Armuzna

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Sejumlah jamaah haji perempuan asal Indonesia berjalan menuju tenda di Arafah, Arab Saudi, saat fase Armuzna berlangsung.  (Dok . mui.or.id)

Rekonsiliasi Data Jamaah Haji Indonesia Tuntas Sebelum Puncak Armuzna

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H Siregar, bersama Ketua TLCI Chapter Jambi, Zuwanda, saat melakukan pengecekan kendaraan peserta sebelum pelepasan rombongan Flag Off Land Cruiser di halaman Mapolda Jambi, Selasa (24/06/2025). (Dok.Humas Polda Jambi)

30 Lebih Kendaraan Land Cruiser Dilepas Menuju Bandung dari Mapolda Jambi

Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir (tengah) memaparkan strategi penurunan stunting dalam kegiatan Pra Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi Tahun 2025 di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Selasa (24/6/2025). (Dok. Kominfo)

Wabup Junaidi Mahir Ungkap Dua Intervensi Utama Turunkan Stunting

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (tengah, batik) menghadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri ke-XIV Pondok Pesantren Al Anwar di Desa Petanang, Kecamatan Kumpeh, Selasa (24/6/2025). (Dok. Kominfo)

Wisuda ke-14 Ponpes Al Anwar Kumpeh, Bupati Ajak Santri Manfaatkan Teknologi untuk Dakwah

Suasana Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Jasa Konstruksi (Jakon) Tahun 2025 yang digelar BPJAMSOSTEK Cabang Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi, Senin (23/6/2025). (Dok. Yola)

Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJAMSOSTEK Jambi Evaluasi Program Jakon

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN