JT.COM – Provinsi Bengkulu mulai memanaskan mesin investasi. Program Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 resmi digelar, Rabu (15/4/2026), di Hotel Santika.
Kegiatan dibuka Sekda Bengkulu, Herwan Antoni. Hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, serta jajaran pemda se-Provinsi Bengkulu.
Forum ini menargetkan satu hal: menghadirkan proyek siap eksekusi untuk menarik investor.
Wahyu Yuwana Hidayat menegaskan ekonomi daerah masih tumbuh positif. Namun, investasi harus terus didorong.
“Momentum ini harus dijaga dengan memperkuat investasi daerah,” ujarnya.
Sejak 2022–2025, tercatat 37 proyek investasi di Bengkulu. Meski begitu, proyek dinilai perlu dipoles agar lebih menarik bagi investor.
Herwan Antoni meminta daerah tidak sekadar menawarkan konsep.
“Proyek harus jelas, mulai dari lahan, perizinan, hingga dukungan kebijakan,” tegasnya.
Seluruh pihak menandatangani kesepakatan bersama. Langkah ini untuk memperkuat koordinasi dan pelaporan investasi daerah.
Sebanyak 13 proyek dari kabupaten/kota dipaparkan. Bengkulu Selatan membuka dengan proyek rice milling Rp230 miliar. Bengkulu Tengah menawarkan sektor wisata dan industri.
Bengkulu Utara mengusung agribisnis terpadu berbasis zero waste senilai Rp95 miliar. Kaur memaparkan Laguna Waterpark, sementara Kepahiang fokus pada kopi.
Mukomuko menawarkan pelabuhan CPO dan pusat perbelanjaan. Seluma mengusulkan sektor perikanan dan pabrik pakan.
Lebong membawa konsep ekosistem kopi koperasi.
Rejang Lebong mengembangkan wisata Danau Mas Harun Bastari. Kota Bengkulu menutup dengan wisata mangrove Kampung Melayu.
Semua proposal masih tahap awal. Proyek akan melewati inkubasi, kurasi, dan site visit.
Dari 13 proyek, hanya lima terbaik dipilih, lalu disaring menjadi dua unggulan.
Proyek terpilih akan difasilitasi studi kelayakan hingga siap ditawarkan ke investor.
BLINC 3.0 menjadi langkah strategis mendorong investasi daerah. Sinergi pemerintah dan stakeholder jadi kunci.
Dengan langkah ini, Bengkulu ingin tampil sebagai daerah yang siap bersaing dalam perebutan investasi nasional. (Yl)
















Discussion about this post