JT.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mempercepat proses verifikasi dan validasi (verval) data fakir miskin dengan melibatkan seluruh Ketua RT. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program bantuan sosial berjalan tepat sasaran dengan basis data yang akurat.
Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa dari total 342 ribu jiwa penduduk Kota Jambi, terdapat sekitar 75 ribu jiwa yang harus diverifikasi ulang. Namun, hingga kini baru 13 ribu kepala keluarga (KK) yang sudah terdata.
“Kami sudah bentuk 265 tim verval, tetapi jumlah itu belum cukup. Area yang luas dan dinamika masyarakat membuat proses ini tidak bisa diselesaikan tim teknis saja. Karena itu, kami libatkan Ketua RT sebagai garda terdepan,” ujar Yunita usai membuka Bimtek Verval Data Fakir Miskin, Selasa (23/9/2025).
Menurut Yunita, tantangan utama proses verval bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga keterbatasan jumlah petugas dan kondisi sosial masyarakat yang dinamis. Pelibatan Ketua RT dipandang penting karena mereka dianggap paling memahami kondisi warga di wilayah masing-masing.
“RT tahu persis kondisi rumah, pekerjaan, hingga jumlah anggota keluarga warganya. Maka kami berikan pelatihan agar mereka dapat melakukan verval dengan benar,” jelasnya.
Dinsos menargetkan verval data kemiskinan selesai secara bertahap hingga 2025. Tahap awal dilakukan dengan pemeringkatan berdasarkan indikator kemiskinan. Seluruh data nantinya akan dimasukkan ke dalam ATASEE (Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi) yang memungkinkan digitalisasi pendataan secara transparan dan terintegrasi.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, yang hadir membuka kegiatan bimtek tersebut, menegaskan pentingnya penggunaan data akurat sebagai dasar pemberian bantuan sosial.
“Program sosial seperti Kartu Bahagia, BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan lain harus bersandar pada data valid. Tidak bisa lagi pakai cara lama. Semua harus tepat sasaran dan akuntabel,” kata Maulana. (Stp)
















Discussion about this post