JT.COM – Sejumlah gedung sekolah dasar dan SMP di Kota Jambi mengalami kerusakan serius, mulai dari plafon jebol hingga sanitasi yang buruk. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar khusus untuk rehabilitasi infrastruktur pendidikan pada tahun 2025.
Alokasi dana ini merupakan bagian dari total anggaran sebesar Rp87 miliar yang disiapkan Pemkot Jambi untuk merehabilitasi berbagai fasilitas pelayanan publik.
Dana tersebut dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi dan mencakup perkantoran, puskesmas, serta sekolah-sekolah.
Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana Fitra, mengatakan bahwa fokus utama dari penggunaan anggaran pendidikan tersebut adalah memperbaiki gedung sekolah dasar dan menengah pertama yang sudah tidak layak digunakan.
“Rehab sekolah Rp30 miliar, baik untuk SD maupun SMP,” ujar Momon saat dikonfirmasi Senin, (23/06/2025).
Kondisi infrastruktur sekolah memang menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah dan menemukan banyak kerusakan yang mengganggu proses belajar-mengajar.
Mulai dari atap bocor, plafon jebol, fasilitas sanitasi yang tidak memadai, hingga kerusakan struktural lainnya, menjadi perhatian utama dalam evaluasi fasilitas pendidikan tersebut.
Dengan adanya anggaran rehabilitasi ini, pemerintah berharap kualitas dan kenyamanan sarana belajar di Kota Jambi dapat meningkat. Pemerintah Kota Jambi bersama DPRD juga menyatakan komitmennya untuk terus menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan daerah. (Stp)
















Discussion about this post