• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Senin, 22 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Anak SD dan Dunia yang Terlalu Cepat, Siapa yang Mengajarkan Pelan-Pelan?

Redaksi by Redaksi
20/01/2026
in OPINI
0
Sarafuddin, S.Pd.,M.Pd (Dok. Penulis)

Sarafuddin, S.Pd.,M.Pd (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Sarafuddin, S.Pd.,M.Pd

Pernahkah kita melihat anak Sekolah Dasar (SD) yang berjalan ke sekolah sambil memegang ponsel, memeriksa notifikasi, atau membicarakan game online terbaru dengan teman-temannya?
Pemandangan itu kini begitu biasa, seolah menjadi simbol bahwa masa kecil sudah ikut berlari,  mengejar dunia yang tak pernah berhenti bergerak. Anak-anak kita hidup di era di mana kecepatan menjadi ukuran segalanya yakni belajar cepat, tumbuh cepat, bahkan dewasa sebelum waktunya.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Namun, di tengah hiruk pikuk digitalisasi, kompetisi, dan target akademik, muncul pertanyaan sederhana namun mendalam, yaitu siapa yang mengajarkan mereka untuk pelan-pelan?

Kurikulum sekolah dasar kini semakin padat yang terdiri dari literasi, numerasi, proyek profil Pancasila, asesmen nasional, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut performa. Semuanya penting, tetapi dalam kecepatan yang berlebihan, sering kali kita lupa bahwa anak-anak butuh waktu untuk menjadi anak-anak.

Anak SD seharusnya masih punya ruang untuk salah, waktu untuk bermain, dan kesempatan untuk diam. Namun yang terjadi, mereka justru dibebani target belajar seolah hidup adalah lomba tanpa garis akhir. Mereka dituntut untuk bisa membaca di usia dini, menghafal banyak materi, atau mengikuti berbagai kursus tambahan bahkan sebelum mengenali dirinya sendiri.

Apakah ini bentuk kemajuan, atau justru tanda bahwa kita kehilangan arah kemanusiaan dalam pendidikan dasar? Padahal, pendidikan sejati tidak mengenal tempo seragam.
Setiap anak memiliki irama belajar yang berbeda, sebagaimana bunga yang mekar pada waktunya masing-masing.

Tugas guru bukan mempercepat semua anak agar sampai di tempat yang sama, melainkan mendampingi mereka menemukan kecepatannya sendiri. Dalam dunia yang memuja hasil, guru seharusnya menjadi sosok yang berani mengingatkan bahwa proses adalah hal yang paling berharga.

Anak-anak zaman dulu tumbuh dengan permainan tradisional, bercanda di lapangan, dan mendengar dongeng sebelum tidur. Kini, mereka tumbuh dengan layar, notifikasi, dan algoritma yang mengatur apa yang harus disukai. Dunia anak yang penuh imajinasi dan empati perlahan tergantikan oleh dunia yang cepat, visual, dan instan. Kemudian muncul pertanyaan, jika semua serba cepat, kapan anak-anak belajar merasakan?

Belajar pelan-pelan bukan hanya soal ritme belajar, tetapi juga tentang belajar memahami emosi, menunggu giliran, mendengarkan orang lain, dan menikmati kebersamaan. Nilai-nilai itu tak bisa diajarkan lewat PowerPoint atau aplikasi pembelajaran, melainkan tumbuh dari interaksi manusiawi antara guru, teman, dan keluarga. Di sinilah peran guru SD menjadi sangat penting. Guru bukan hanya pengajar kurikulum, tapi juga penjaga ritme kehidupan anak-anak di tengah dunia yang semakin terburu-buru.

Guru SD yang baik tahu kapan harus mendorong anak untuk berlari, dan kapan harus menuntunnya untuk berhenti sejenak. Mengajarkan anak bahwa istirahat bukan berarti malas, bahwa lambat bukan berarti bodoh, dan setiap langkah kecil pun memiliki arti.

Anak-anak tidak hanya butuh guru yang pintar, tetapi juga guru yang sabar.

Tidak hanya butuh sekolah yang berprestasi, tetapi juga sekolah yang manusiawi. Ketika dunia terus menekan dengan kata “lebih cepat”, biarlah sekolah menjadi ruang di mana anak-anak belajar tentang makna “cukup” dan “tenang”. Sebab kelak, yang mereka butuhkan bukan sekadar kecepatan berpikir, tetapi kedalaman hati untuk memahami kehidupan.

Mungkin kita tidak bisa menghentikan lajunya dunia, tapi kita bisa mengajarkan anak-anak untuk tidak kehilangan diri di dalamnya. Menjadi guru SD bukan hanya mengajarkan berhitung, tetapi juga mengajarkan ritme hidup  bahwa berjalan pun bisa indah, selama dilakukan dengan hati.

Jadi, ketika dunia berkata, “Cepatlah!” Biarlah guru berkata,

“Pelan-pelan, Nak. Dunia tidak akan ke mana-mana. Nikmati perjalananmu.”

Penulis adalah Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Slamet Riyadi, Surakarta

 

Previous Post

Sinergi Akademik, Polda Bengkulu Dukung Peningkatan Kualitas Penelitian Mahasiswa STIK

Next Post

Ditjenpas Jambi Rumuskan Penerapan Pidana Kerja Sosial

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menyampaikan paparan dalam FGD terkait penyusunan pedoman pelaksanaan pidana kerja sosial pasca berlakunya KUHP baru di Aula Kanwil Ditjenpas Jambi, Senin (19/1/2026). (Dok. Nahar)

Ditjenpas Jambi Rumuskan Penerapan Pidana Kerja Sosial

Barang bukti kasus narkotika yang diamankan polisi dari tersangka SN, terdiri atas dua unit telepon genggam, kotak rokok, dan uang tunai, saat pelimpahan perkara ke Satresnarkoba Polres Tanjung Jabung Barat. (Dok. Humas)

Edarkan Sabu, Warga Tebing Tinggi Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, saat meninjau Adel dan Jailani yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin (19/1/2026). (Dok/yola)

Kapolda Kalsel Berikan Bantuan Biaya Pengobatan Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

Tangkapan layar akun WhatsApp yang mencatut nama dan foto Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah

Waspada Penipuan, Oknum Catut Nama dan Foto Ketua PWI Kota Jambi

Pebalap Indonesia Mario Suryo Aji (kiri) dan Veda Ega Pratama (kanan) mendapat dukungan menjelang keberangkatan ke Eropa untuk menghadapi musim balap Grand Prix 2026 bersama Honda Team Asia. (Dok. Sinsen)

Menuju GP 2026, Mario Aji dan Veda Pratama Siap Perkuat Honda Team Asia

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN