JT.COM – Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging kurban secara berlebihan. Imbauan ini disampaikan oleh dr. Bayu Wahyudi dari Lembaga Kesehatan MUI, menyusul tingginya konsumsi daging sapi dan kambing pada perayaan Iduladha.
Menurut dr. Bayu, ada lima dampak kesehatan yang dapat timbul apabila seseorang mengonsumsi daging merah, terutama dari hewan kurban, secara berlebihan.
“Pertama adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, terutama jika mengonsumsi daging kambing dan jeroan yang tinggi kolesterol,” kata dr. Bayu dikuti pada laman resmi mui.or.id, Minggu (8/6/2025).
Lima Dampak Kesehatan Akibat Konsumsi Daging Berlebihan
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Daging merah dan jeroan mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan tekanan darah, terutama bila dikonsumsi berlebihan.
Peningkatan Kolesterol dan Trigliserida: Kondisi ini dapat memicu risiko penyakit jantung dan stroke.
Asam Urat Tinggi (Gout): Daging merah mengandung purin yang tinggi dan dapat menyebabkan nyeri sendi akibat kristal asam urat.
Gangguan Ginjal: Kelebihan konsumsi protein dan purin dapat meningkatkan beban kerja ginjal.
Masalah Pencernaan: Kurangnya asupan serat saat mengonsumsi daging dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan sembelit.
Dr. Bayu mengutip rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan agar konsumsi daging merah dibatasi antara 350 hingga 500 gram per minggu.
“Jika dikonsumsi dalam porsi wajar dan diolah dengan benar, daging kurban tetap bisa memberikan manfaat kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, daging hewan kurban mengandung protein hewani berkualitas tinggi yang penting untuk pemulihan sel dan otot. Selain itu, daging juga mengandung zat besi untuk mencegah anemia, vitamin B12 dan B6, zinc untuk daya tahan tubuh, serta kreatin alami yang membantu fungsi otak dan otot.
Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban
Untuk menjaga keseimbangan nutrisi, dr. Bayu menyarankan agar daging kurban dikonsumsi bersama sayuran berserat tinggi seperti bayam, daun singkong, timun, dan sebagainya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk minum air putih dalam jumlah cukup serta tidak mengonsumsi daging lebih dari 150 gram per hari secara berturut-turut.
“Kunci utamanya adalah porsi dan pola makan seimbang,” tutupnya. (*/Yol)
















Discussion about this post