JT.COM – Persoalan banjir seringkalimenghantui warga Kota Jambi. Derasnya hujan yang mengguyur dalam beberapa pekan terakhir mengungkap fakta buruknya sistem drainase di sejumlah wilayah kota.
Wali Kota Jambi, Maulana, yang turun langsung ke lapangan, Senin (26/5), meninjau titik-titik rawan banjir sekaligus mengambil tindakan cepat mengatasi dampak yang kian meluas.
Salah satu lokasi krusial yang disambangi adalah Kelurahan Lingkar Selatan, tepatnya di RT 56 dan RT 23, kawasan yang kerap terendam saat hujan deras.
Di sana, Wali Kota menyaksikan sendiri saluran air yang seharusnya menjadi jalur pembuangan justru dipenuhi sedimen lumpur, menyebabkan air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.
“Saluran ini sudah tidak berfungsi maksimal. Sedimentasi yang menumpuk menyebabkan air tersumbat dan kembali ke permukiman,” kata Maulana.
Wali Kota Maulana memerintahkan pengerahan alat berat untuk melakukan pengerukan secepatnya. Pemerintah Kota Jambi juga akan menata ulang sistem aliran agar banjir tidak terus berulang.
Kondisi serupa juga ditemui di kawasan Mayang. Saluran drainase di sepanjang Jalan Mayang nyaris tertutup sepenuhnya oleh bangunan dan pertokoan yang berdiri di atasnya.
Ketika dibuka, tampak jelas saluran tersebut telah dipenuhi lumpur hingga tidak mampu lagi mengalirkan air. Dampaknya, 15 hingga 17 rumah di sekitarnya terendam banjir setiap kali hujan mengguyur.
“Ini bukan hanya masalah drainase, tapi soal pengelolaan ruang kota. Kalau saluran ditutup bangunan, lalu ke mana air akan mengalir?,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Maulana mengusulkan pemanfaatan lahan kosong di sekitar kawasan rawan sebagai kolam retensi atau resapan air hujan. Ia juga menyoroti aliran utama dari Lingkar Selatan yang bermuara ke Muaro Jambi, namun tersendat akibat tertutup kebun karet dan drainase ilegal.
“Potensinya besar, bisa menampung air hingga 700 meter panjang dengan kedalaman 3–4 meter. Tapi semuanya tertutup sedimentasi. Harus dibuka dan dibersihkan,” tegasnya.
Dengan semakin seringnya curah hujan tinggi, banjir di Kota Jambi bukan lagi ancaman musiman, melainkan krisis infrastruktur yang butuh penanganan sistemik dan menyeluruh. (Yol)
















Discussion about this post