• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

Redaksi by Redaksi
15/04/2026
in OPINI
0
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh : Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. 

Jambi sering diposisikan sebagai provinsi “tengah-tengah” di Sumatera tidak tertinggal Dalam peta ekonomi Sumatra, Jambi sering ditempatkan dalam ruang yang serba tanggung. Ia bukan provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar, tetapi juga bukan wilayah pinggiran yang sama sekali tak diperhitungkan.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Data menunjukkan kontribusi Jambi terhadap perekonomian Sumatra pada 2025 sebesar 6,66 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 4,93 persen, sedikit di atas pertumbuhan Pulau Sumatra yang sebesar 4,81 persen.

Posisi ini penting dibaca secara jernih. Jambi memang belum menjadi lokomotif utama kawasan, tetapi juga jelas bukan gerbong mati. Persoalannya, selama ini Jambi lebih sering dipahami sebagai daerah penyangga, padahal di balik keterbatasannya tersimpan modal yang cukup kuat untuk naik kelas menjadi pemain strategis di Sumatra.

Harus diakui, dalam beberapa aspek Jambi memang masih tertinggal. Struktur ekonominya masih bertumpu kuat pada sektor primer. Pada 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 34,49 persen terhadap PDRB, sementara pertambangan dan penggalian berkontribusi 13,79 persen. Artinya, hampir separuh fondasi ekonomi Jambi masih bergantung pada eksploitasi sumber daya alam dan produksi primer.

Struktur seperti ini membuat Jambi rawan terhadap gejolak harga komoditas, perubahan permintaan pasar global, dan tekanan eksternal yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan dari dalam daerah. Ketika ekonomi terlalu bergantung pada komoditas, pertumbuhan memang bisa terlihat baik dalam jangka pendek, tetapi daya tahannya terhadap perubahan zaman sering kali rapuh.

Kerentanan itu terlihat dari dinamika ekspor Jambi. Pada Januari–Februari 2026, total ekspor Jambi tercatat sebesar US$308,74 juta, turun dari US$360,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan itu terutama dipengaruhi merosotnya ekspor bahan bakar mineral yang turun lebih dari 40 persen secara tahunan pada periode tersebut. Ini menunjukkan bahwa sebagian denyut ekonomi Jambi masih terlalu sensitif terhadap satu-dua komoditas andalan.

Ketika harga atau volume komoditas terguncang, dampaknya langsung terasa pada kinerja perdagangan. Di sinilah kritik utama terhadap ekonomi Jambi harus diletakkan: pertumbuhan ada, tetapi fondasinya belum cukup dalam; surplus ada, tetapi belum seluruhnya lahir dari struktur ekonomi yang matang.

Tetapi membaca Jambi hanya dari sisi kelemahannya adalah ketidakadilan analitis. Dalam beberapa hal penting, Jambi justru menunjukkan keunggulan yang patut diperhitungkan. Pertama, pertumbuhan ekonomi Jambi 4,93 persen pada 2025 lebih baik daripada rata-rata Sumatra yang 4,81 persen. Ini menandakan Jambi tidak sedang tertinggal dalam laju, meskipun belum dominan dalam ukuran.

Kedua, pertumbuhan sektor-sektor tertentu juga menunjukkan dinamika yang sehat. Sektor perdagangan tumbuh 7,76 persen, transportasi dan pergudangan 8,88 persen, informasi dan komunikasi 8,49 persen, dan jasa keuangan 8,77 persen. Ini penting, karena sebuah daerah tidak akan menjadi strategis hanya dengan mengandalkan sawit, tambang, atau karet. Ia harus menunjukkan gejala tumbuhnya sektor-sektor penghubung, distribusi, layanan, dan ekonomi modern. Dalam hal ini, Jambi sudah memperlihatkan tanda-tanda itu.

Keunggulan lain yang sangat penting adalah arah transformasi ekspor Jambi yang mulai berubah. Pada Januari–Februari 2026, ekspor industri pengolahan menyumbang 54,20 persen dari total ekspor Jambi, melampaui pertambangan yang sebesar 41,24 persen. Ini bukan sekadar statistik teknis, melainkan sinyal bahwa hilirisasi mulai menemukan bentuknya.

Memang proses ini belum mapan, tetapi ia menunjukkan bahwa Jambi tidak sepenuhnya terjebak dalam ekonomi mentah. Ada upaya bergerak dari sekadar penghasil bahan baku menuju daerah yang mulai menciptakan nilai tambah. Jika tren ini dijaga, maka Jambi tidak hanya akan dikenal sebagai pengirim hasil bumi, tetapi sebagai wilayah yang punya kapasitas mengolah, menghubungkan, dan memperdagangkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain itu, Jambi juga memiliki modal eksternal yang tidak kecil. Pada Januari–Februari 2026, neraca perdagangan Jambi masih mencatat surplus sekitar US$279,91 juta. Surplus ini menunjukkan bahwa daya saing perdagangan Jambi sesungguhnya masih cukup kuat. Benar, struktur ekspornya belum ideal, tetapi kemampuan menjaga surplus berarti Jambi masih memiliki tenaga ekonomi yang bisa dikembangkan. Dalam bahasa yang lebih lugas: Jambi tidak miskin peluang, Jambi hanya belum sepenuhnya memaksimalkan peluangnya. Dan perbedaan antara daerah yang mandek dan daerah yang melompat sering kali terletak justru pada kemampuan membaca momentum seperti ini.

Soal yang lebih serius justru berada di ranah kebijakan publik dan tata kelola fiskal. Data Statistik menunjukkan bahwa sampai 31 Januari 2026, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1.400,77 miliar, sedangkan belanja daerah baru Rp469,64 miliar, sehingga tercipta surplus Rp931,13 miliar dan SiLPA mencapai Rp1.098,87 miliar.

Angka ini menyimpan ironi yang telanjang. Di satu sisi, ada ruang fiskal. Di sisi lain, belanja pembangunan belum bergerak cukup cepat untuk mengubah angka menjadi kualitas hidup. Karena itu, masalah Jambi hari ini bukan semata kekurangan dana, melainkan keterbatasan dalam mengonversi kapasitas fiskal menjadi lompatan pembangunan.

Kritik ini menjadi semakin penting ketika dihubungkan dengan indikator kesejahteraan. IPM Jambi pada 2025 berada di angka 75,13, masuk kategori tinggi, tetapi analisis ALCo menyebut Jambi masih berada di bawah rata-rata nasional dan kesenjangannya cenderung persisten. Kemiskinan tercatat 6,89 persen, pengangguran terbuka 4,08 persen, dan kelemahan struktural utama terletak pada daya beli masyarakat serta rata-rata lama sekolah. Ini berarti bahwa pertumbuhan belum otomatis menjadi kesejahteraan yang merata.

Jambi tumbuh, tetapi belum seluruh rakyatnya benar-benar naik kelas. Dan sebuah provinsi tidak akan pernah sungguh-sungguh strategis bila pertumbuhan ekonominya tidak ditopang oleh manusia yang kuat, produktif, dan berdaya beli.

Namun justru dari kombinasi antara kekurangan dan kekuatan itulah asa Jambi menjadi masuk akal. Jambi punya letak geografis yang penting di tengah Sumatra. Ia tidak berada di ujung, melainkan di poros yang memungkinkan koneksi ke berbagai simpul ekonomi di Sumatra bagian tengah dan timur.

Karena itu, masa depan Jambi tidak boleh dibayangkan hanya sebagai daerah penghasil, tetapi sebagai daerah penghubung. Dalam konteks ini, potensi Jambi akan terbuka jauh lebih lebar apabila konektivitas Jalan Tol Trans-Sumatra benar-benar rampung dan terhubung secara efektif dengan pusat-pusat produksi, perdagangan, dan pelabuhan.

Ini memang sebuah analisis prospektif, tetapi sangat masuk akal: ketika biaya logistik turun, waktu tempuh menyusut, dan arus barang makin efisien, maka daerah yang berada di posisi strategis akan memperoleh keuntungan berlipat.

Jambi termasuk daerah yang sangat mungkin diuntungkan oleh skenario itu. Dengan pertumbuhan sektor perdagangan, transportasi, dan pergudangan yang sudah cukup tinggi, Jambi tampak memiliki bibit ekonomi konektivitas yang dapat berkembang lebih besar. Jika jalan tol dan jaringan logistik regional selesai, Jambi berpeluang berubah dari wilayah yang selama ini lebih banyak dilewati menjadi wilayah yang ikut mengendalikan arus distribusi Sumatra. Dari situlah peran strategis bisa lahir. Bukan hanya karena Jambi punya sumber daya, tetapi karena Jambi mampu menjadi simpul pertemuan antara produksi, distribusi, dan perdagangan. Dan itu jauh lebih bernilai daripada sekadar menjadi penghasil komoditas.

Karena itu, optimisme terhadap Jambi tidak boleh bersifat romantik, tetapi harus bersifat strategik. Hilirisasi harus dipercepat. Belanja publik harus dibuat lebih tajam, terutama untuk kesehatan, pendidikan, daya beli, dan penguatan ekonomi lokal. Analisis ALCo sendiri menegaskan perlunya rebalancing fiskal, karena belanja ekonomi yang dominan belum cukup efektif meningkatkan IPM dan kesejahteraan. Jambi membutuhkan bukan hanya pertumbuhan, tetapi keberanian mengubah orientasi pembangunan. Dari provinsi yang nyaman menjadi pemasok, menuju provinsi yang siap menjadi pengarah.

Pada akhirnya, Jambi memang belum menjadi raksasa ekonomi Sumatra. Tetapi ia memiliki cukup alasan untuk tidak terus-menerus diperlakukan sebagai daerah pinggiran dalam percaturan regional. Dalam beberapa hal Jambi masih tertinggal, itu benar. Namun dalam beberapa hal lain, Jambi juga unggul: pertumbuhannya relatif baik, surplus perdagangannya kuat, tanda-tanda hilirisasi mulai tumbuh, dan sektor-sektor konektivitasnya mulai bergerak.

Dengan dukungan konektivitas yang makin baik dan kebijakan yang lebih berani, Jambi bukan hanya punya harapan, melainkan punya peluang nyata untuk memainkan peran besar dalam ekonomi Sumatra. Asa itu ada. Tinggal, apakah kita cukup berani mengubahnya menjadi arah.

Penulis adalah Pakar Ekonomi Jambi

Previous Post

BLINC 3.0 Bengkulu Gaspol, 13 Proyek Berebut Investor

Next Post

Bedah Buku Babad Alas di Unja, Al Haris Soroti Pentingnya Literasi Kepemimpinan

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Martayadi Tajuddin (Dok. Penulis)
OPINI

Opini : Di Balik Jalan yang Tetap Fungsional, Ujian Fiskal dan Kapasitas Tata Kelola Jambi

by Redaksi
26/03/2026
Next Post
Gubernur, Al Haris menghadiri kegiatan bedah buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Auditorium Universitas Jambi, Rabu (15/4/2026). (Dok. Erit)

Bedah Buku Babad Alas di Unja, Al Haris Soroti Pentingnya Literasi Kepemimpinan

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat meninjau program Kampung Bahagia di Kelurahan Kenali Asam, Kota Jambi, Rabu (15/4/2026). (Dok Erit)

Al Haris dan Bima Arya Apresiasi Program Kampung Bahagia di Kota Jambi

Danrem 042/Gapu Nyamin memberikan arahan kepada prajurit saat kunjungan kerja di Kodim 0419/Tanjab, Rabu (15/4/2026). (Dok. Nahar)

Danrem 042/Gapu Minta Prajurit Respons Cepat Hadapi Situasi Wilayah

Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali (tengah) didampingi pejabat utama Polda Jambi saat meninjau ruang pelayanan di Polres Batanghari, Rabu (15/4/2026) (dok.Nahar)

Tinjau Polres Batanghari, Wakapolda Jambi Pastikan Pelayanan Sesuai SOP

Kapolda Bengkulu mengikuti kegiatan Binrohtal, di Masjid Al-Amin Polda Bengkulu, Kamis (16/4/2026). (Foto:yola)

Polda Bengkulu Perkuat Mental Lewat Binrohtal

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN