JT.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat penerapan fungsi Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang berintegritas dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam Forum Governance, Risk, and Compliance (GRC) Pra-Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang digelar di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Selasa.
Menurut Sophia, forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri jasa keuangan.
“Forum ini tidak hanya menjadi sarana diskusi, tetapi juga mempererat kolaborasi dalam memperkuat penerapan GRC yang berintegritas dan berkelanjutan,” ujar Sophia.
Ia menjelaskan, sektor jasa keuangan ke depan akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari dinamika global maupun domestik. Beberapa risiko utama yang perlu diantisipasi meliputi keamanan siber, disrupsi digital termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ketahanan bisnis, sumber daya manusia, perubahan iklim, serta dinamika regulasi.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan menghadapi tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi sehingga peran GRC menjadi krusial dalam memastikan kepatuhan dan memperkuat tata kelola,” katanya.
Forum tersebut juga menghadirkan Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Fithriadi Muslim, dengan moderator Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs, dan Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk, Fransiska Oei. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan asosiasi profesi di bidang GRC.
Dalam sesi diskusi panel, peserta membahas transparansi Beneficial Ownership (BO/UBO) dan implikasinya terhadap penguatan GRC di sektor jasa keuangan, termasuk pemanfaatan data untuk pengawasan berbasis risiko serta peran intelijen keuangan dalam mendukung transparansi.
Selain itu, forum juga membahas persiapan menuju Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026, termasuk partisipasi asosiasi dalam berbagai program edukasi dan pengembangan kompetensi.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen kolaborasi antara OJK dan asosiasi untuk mendukung penyelenggaraan RGS 2026.
Melalui forum ini, OJK berharap dapat memperkuat ekosistem GRC serta meningkatkan kolaborasi dalam mendorong praktik tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih efektif, transparan, dan berintegritas. (*/Stp)
















Discussion about this post