JT.COM – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) berencana melakukan riset ilmiah terkait budidaya lokan atau kerang sungai.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan komoditas kuliner khas Mukomuko yang mulai terancam berkurang di alam.
Lokan dikenal luas sebagai ikon kuliner Kabupaten Mukomuko. Kerang sungai ini kerap diolah masyarakat menjadi berbagai menu khas seperti rendang lokan, gulai lokan, sate lokan, hingga sambal lokan yang memiliki cita rasa kenyal dan gurih.
Selama ini, bahan baku lokan diperoleh masyarakat dengan cara mencari langsung di muara-muara sungai di wilayah Mukomuko.
Hasil tangkapan tersebut kemudian diolah menjadi kuliner yang memiliki nilai ekonomi dan dipasarkan oleh pelaku usaha kecil.
Permintaan lokan tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga dari luar daerah. Kondisi ini membuat lokan semakin dikenal sebagai identitas kuliner Kabupaten Mukomuko di Provinsi Bengkulu.
Namun di sisi lain, ketersediaan lokan di alam mulai dikhawatirkan menurun jika tidak diimbangi dengan langkah pelestarian.
Kepala Bapperida Mukomuko Singgih Pramono mengatakan pihaknya tengah menggagas riset untuk menemukan metode budidaya lokan yang tepat.
“Kami cukup khawatir karena lokan merupakan identitas Kabupaten Mukomuko. Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin lima sampai sepuluh tahun ke depan lokan akan semakin sulit ditemukan,” ujar Singgih Pramono.
Menurutnya, penelitian tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi di Bengkulu maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Singgih menjelaskan, lokan bahkan telah didaftarkan sebagai kekayaan intelektual komunal karena dianggap sebagai bagian dari identitas budaya dan kuliner daerah.
Karena itu, Bapperida ingin memastikan keberadaan lokan tetap terjaga melalui inovasi budidaya.
“Kami ingin mengkaji apakah lokan bisa dibudidayakan, misalnya melalui sistem tambak seperti budidaya udang atau dengan metode khusus lainnya. Nantinya para ahli yang akan meneliti dan menyimpulkannya,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan berbagai perguruan tinggi rencananya mulai dilakukan setelah Idul Fitri untuk memulai kajian ilmiah tersebut.
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana menggandeng Dinas Perindagkop dan UKM untuk memperluas pasar produk olahan lokan.
Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat mengangkat lokan sebagai tema dalam berbagai event daerah.
“Kami berharap lokan Mukomuko bisa berkembang lebih luas, bahkan dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Dengan begitu, kuliner ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Singgih Pramono. (Dd)
















Discussion about this post