JT.COM – Survei Indikator Politik Indonesia menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dalam mengelola arus mudik nasional.
Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi, menilai capaian ini bukan sekadar angka.
“Ketika mobilitas jutaan orang bisa dikelola aman dan lancar, itu bukti sistem negara bekerja terintegrasi,” tegasnya.
Ia menyebut mudik sebagai ujian nyata kapasitas negara. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur, hingga risiko kecelakaan menuntut pengelolaan presisi dan terukur.
Tingginya kepuasan publik menunjukkan pengamanan dan pelayanan berjalan optimal. Sistem dinilai mampu mengurai kompleksitas mudik menjadi solusi nyata di lapangan.
“Ini bukan sekadar persepsi. Ini cerminan sistem yang berjalan utuh, dari kebijakan hingga eksekusi,” jelas Haidar.
Survei juga mencatat 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian. Posko dinilai efektif sebagai pusat informasi dan tempat istirahat.
Sebanyak 77,6 persen responden puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow. Sementara 81,7 persen puas terhadap ketersediaan bahan bakar.
Keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi.
Pendekatan ini menekankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi. Polisi tidak hanya reaktif, tetapi mampu membaca potensi risiko sejak awal.
“Pelayanan publik yang efektif lahir dari kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Haidar.
Operasi Ketupat 2026 kini dinilai bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, menjadi model pelayanan publik berbasis sistem, terkoordinasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Capaian ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja negara dalam mengelola mobilitas besar secara aman dan terkendali. (Humas Polri/Yl)
















Discussion about this post