JT.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi mematok target kondisi jalan nasional dalam keadaan mantap sebesar 94 persen pada 2025. Namun, proyeksi capaian diperkirakan hanya sekitar 92 persen akibat keterbatasan anggaran.
Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, menjelaskan bahwa keterbatasan dana membuat penanganan jalan hanya sebatas pemeliharaan rutin, seperti penutupan lubang. Upaya peningkatan kualitas melalui rehabilitasi minor maupun pekerjaan preventif belum dapat dijalankan.
“Dengan anggaran yang ada, estimasi kami kondisi jalan nasional di Jambi hanya bisa mencapai 92 persen mantap. Sementara target 94 persen kemungkinan besar belum tercapai,” kata Dedy, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, pekerjaan tambal-sulam tidak cukup untuk menjaga kualitas jalan dalam jangka panjang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan ringan atau iri marginal pada beberapa ruas jalan.
“Menutup lubang memang solusi darurat, tetapi tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Untuk benar-benar meningkatkan kondisi jalan, dibutuhkan penanganan lebih komprehensif,” ujarnya.
Sejauh ini, BPJN Jambi telah melakukan perbaikan dengan menutup lebih dari seribu lubang. Namun, kerusakan jalan terus bertambah seiring intensitas lalu lintas dan cuaca.
“Lubang yang ditutup akan kembali muncul di titik lain. Jadi dengan keterbatasan anggaran, sangat sulit bagi kami untuk mencapai target maksimal,” tutupnya. (Us)
















Discussion about this post