JT.COM – Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali membayangi sejumlah wilayah di Jambi. Di Desa Tanjung Katung, Kecamatan Sungai Gelam, warga setempat mengambil langkah nyata dengan bergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk oleh PT Wirakarya Sakti (WKS), anak usaha APP Group.
Maksum, salah seorang warga, menjadi bagian dari MPA sejak dua bulan terakhir. Keputusan itu ia ambil karena ingin berperan langsung menjaga lingkungannya dari kebakaran.
“Kalau musim kering, lahan di sekitar sini sering terbakar. Saya ikut bergabung supaya bisa berkontribusi untuk desa,” ujarnya, Rabu (27/08/2025).
Sebelum bertugas, para anggota MPA dibekali pelatihan pencegahan dan pemadaman kebakaran. Meski singkat, pelatihan tersebut menjadi panduan penting dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami dilatih cara dasar pemadaman. Jadi kalau ada kebakaran, kami tahu langkah awal dan segera melapor,” kata Maksum.
Dalam kesehariannya, MPA melakukan patroli rutin di kawasan rawan terbakar. Setiap temuan atau potensi kebakaran segera dilaporkan melalui grup komunikasi yang terhubung dengan perusahaan maupun aparat desa.
“Kadang kebakaran muncul karena puntung rokok. Kami juga mengingatkan warga untuk tidak membakar lahan,” tambahnya.
Agus Sibarani, Fire Preparation Head PT WKS, menyebut MPA sebagai ujung tombak strategi Integrated Fire Management (IFM) perusahaan. Selain patroli, keberadaan MPA dinilai efektif karena berasal dari masyarakat setempat yang memahami kondisi wilayahnya.
“Laporan mereka sangat cepat. Kalau kuota 10 orang dibuka di satu distrik, bisa 30 orang yang mendaftar. Ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat,” jelas Agus.
Bagi Maksum, bergabung dengan MPA membawa kebanggaan tersendiri. Ia berharap semakin banyak warga yang ikut terlibat agar kebakaran di musim kemarau bisa diminimalkan. (Stp)
















Discussion about this post