JT.COM – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 memperkuat komitmen dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan melaksanakan berbagai program penanggulangan stunting di wilayah operasionalnya, mulai dari Lhokseumawe (Aceh) hingga Musi Banyuasin (Sumatera Selatan).
Sejumlah kegiatan dilakukan untuk memperbaiki gizi anak serta memberikan edukasi kepada masyarakat, bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal, kader kesehatan, dan tenaga medis.
“Melalui program penurunan stunting yang tersebar di wilayah kerja kami, kami ingin berkontribusi memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Ini bukan sekadar program sosial, melainkan bentuk komitmen kami membangun masa depan Indonesia,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Kamis (24/7/2025).
Salah satu program unggulan adalah Gerakan Masyarakat Atasi Stunting (Gemar Anting) yang digagas PHE Jambi Merang di Musi Banyuasin.
Program ini memberikan edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak remaja hingga calon pengantin. Talkshow edukatif terakhir digelar di Desa Tungkal Jaya dengan 50 peserta, setelah sebelumnya dilaksanakan di Bayung Lencir dengan 70 peserta.
Di Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau mendorong pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan pengolahan pangan berbasis daun kelor, seperti cookies, mi, dan teh kelor. Selain itu, pelatihan membuat abon lele juga dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
Di Provinsi Jambi, Pertamina EP Jambi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi 23 ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan 17 anak berisiko stunting di Puskesmas Muara Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis anak dan spesialis kandungan, serta disertai pemberian makanan tambahan (PMT) dan pelatihan kader kesehatan.
Upaya lain juga dilakukan PHE NSO di Desa Paloh Punti, Lhokseumawe, Aceh. Program yang dijalankan sejak 2024 ini menurunkan angka balita stunting dari 26 menjadi 17 anak pada pertengahan 2025. Dukungan yang diberikan meliputi pembangunan Rumoh Gizi Gampong, distribusi alat ukur antropometri, dan pemberian PMT.
Pertamina EP Pangkalan Susu turut menyalurkan PMT untuk 184 balita di Bukit Jengkol pada 24 Juli 2025 sebagai bagian dari intervensi berkelanjutan. Sementara itu, Pertamina EP Lirik menyalurkan bantuan PMT berupa susu selama dua bulan kepada anak-anak di Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.
Peringatan HAN 2025 dijadikan PHR sebagai momentum mempertegas komitmen perlindungan anak dan pemenuhan hak dasar, khususnya di bidang gizi dan kesehatan. (Stp)
















Discussion about this post