JT.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi melakukan perbaikan ruas jalan rusak di kawasan Jalan Baru yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena kerap menimbulkan kemacetan.
Perbaikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program preservasi jalan nasional di jalur strategis Lintas Timur Sumatera.
Perbaikan dilaksanakan pada titik dengan tingkat kerusakan cukup berat sepanjang sekitar 300 meter dengan lebar 7 meter. Penanganan meliputi perbaikan struktur jalan dan pelapisan ulang aspal guna meningkatkan kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN Wilayah I Provinsi Jambi, Fachmi Kurniawan, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket preservasi jalan yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Penanganan difokuskan pada titik prioritas dengan tingkat kerusakan parah, mengingat ruas ini memiliki volume lalu lintas yang tinggi,” ujar Fachmi.
Paket preservasi tersebut mencakup ruas Batas Provinsi Sumatera Selatan–Tempino–Batas Kota Jambi (Pal 10)–Lingkar Timur–Simpang Gado-Gado–Simpang Sijenjang–Pelabuhan Talang Duku–Jalan Raden Pamuk–Yos Sudarso. Proyek ini dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak periode 2025–2027.
Secara keseluruhan, panjang penanganan dalam paket ini mencapai 63 kilometer, dengan penanganan efektif sekitar 25 kilometer.
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah I Jambi, Arief Tria, menyampaikan bahwa perbaikan di Jalan Baru merupakan respons atas keluhan masyarakat terkait kemacetan akibat kondisi jalan yang rusak.
“Perbaikan ini dilakukan agar jalan kembali berfungsi optimal dan memberikan kenyamanan bagi pengguna,” kata Arief.
Ia menambahkan, ruas tersebut merupakan bagian penting dari jalur Lintas Timur Sumatera yang berperan sebagai jalur utama distribusi logistik dan konektivitas antarwilayah.
“Pengawasan pekerjaan dilakukan secara ketat, mulai dari kualitas material hingga metode pelaksanaan, agar hasilnya sesuai spesifikasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
BPJN Jambi juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kelancaran pekerjaan dengan mematuhi pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung. (Us)
















Discussion about this post