JT.COM – Polda Jambi mengikuti video conference (vicon) bersama Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri dan Kadiv Humas Polri terkait rekrutmen Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan proses seleksi calon perwira Polri berjalan profesional, objektif, dan berintegritas.
Di Polda Jambi, vicon diikuti oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Karo SDM Kombes Pol. Handoko, serta Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji dari ruang vicon lantai II Mapolda Jambi.
Dalam arahannya, disampaikan bahwa proses penerimaan Taruna/Taruni Akpol tetap berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi dasar utama untuk menjamin seleksi berjalan objektif dan bebas dari praktik penyimpangan.
Selain itu, ditegaskan bahwa penerimaan anggota Polri hanya dilakukan melalui satu jalur resmi, yakni jalur reguler yang diselenggarakan oleh SSDM Polri. Kebijakan ini untuk menjaga standar kualitas dan integritas dalam rekrutmen calon perwira.
Rekrutmen Taruna/Taruni Akpol 2026 ditujukan untuk menyiapkan calon pimpinan Polri di masa depan, khususnya dalam kurun waktu 30 tahun mendatang. Peserta yang lolos diharapkan memiliki kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan yang tepat, serta kompetensi strategis.
Calon perwira juga dituntut memiliki kemampuan inovasi, penguasaan bahasa asing, serta komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Selain itu, mereka diharapkan adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjalankan fungsi edukatif di tengah masyarakat.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi yang bersih dan transparan.
“Melalui prinsip BETAH, kami memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 berjalan profesional, objektif, dan bebas dari praktik KKN,” kata Erlan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses ini. Tidak ada jalur lain selain jalur resmi, dan kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan serta hasil seleksi peserta,” ujarnya.
Dengan pengawasan dan keterbukaan, rekrutmen Akpol 2026 diharapkan mampu menghasilkan perwira Polri yang profesional, modern, dan berintegritas. (nhr)
















Discussion about this post