• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Iklan & Kerja Sama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, 23 Juni 2026
Jagratara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN
Morning News
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM

Guru dan Kurikulum Berbasis Cinta

Redaksi by Redaksi
19/10/2025
in OPINI
0
Yuhani, S. Ag. (Dok, Penulis)

Yuhani, S. Ag. (Dok, Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh : Yuhani, S. Ag.

Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan sebuah proses yang memiliki makna mendalam dan bersifat universal, yang mencakup perkembangan peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga meliputi aspek emosional, sosial, dan spiritual.

Baca juga

Wakabaintelkam Polri Nanang Rudi Supriatna mengumumkan pembentukan satgas, di Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026). (Foto:yola)

Polri–Kementerian Haji Bentuk Satgas, Haji Ilegal Disikat

20/04/2026
Tim penyidik Kejati Jambi mengawal tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan jalan akses Pelabuhan Ujung Jabung di Gedung Kejati Jambi, Senin (20/4/2026). (Dok. Nahar)

Dugaan Korupsi Lahan Pelabuhan Ujung Jabung, 5 Saksi Diperiksa Kejati Jambi

20/04/2026

Dies Natalis ke-63 UNJA, Mahfud MD Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama

20/04/2026

Empat Lifter Jambi Sabet 5 Emas di Kejurnas Angkat Besi Bandung 2026

20/04/2026

Polri–PBB Perkuat Misi Damai, Keselamatan Personel Jadi Prioritas

20/04/2026

Antisipasi Gangguan Malam Hari, Polres Tanjab Timur Laksanakan Patroli Blue Light

20/04/2026

Pendekatan pendidikan yang berfokus pada kasih sayang memegang filosofi pedagogis yang kuat, yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta kepekaan hati dalam setiap tahapan pembelajaran. Filosofi ini berakar pada pemahaman bahwa peserta didik adalah individu utuh yang memerlukan perhatian menyeluruh terhadap berbagai aspek perkembangan dirinya.

Oleh sebab itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur berdasarkan prestasi akademis semata, melainkan juga melalui kemampuan peserta didik dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta mengembangkan spiritualitas sebagai landasan moral yang kokoh. Pendekatan pendidikan semacam ini memberikan ruang yang luas bagi tumbuhnya karakter-karakter positif yang akan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang seimbang dan berintegritas.

Pandangan tersebut sangat selaras dengan teori-teori modern dalam psikologi pendidikan yang menempatkan kecerdasan emosional dan kesejahteraan mental sebagai faktor kunci dalam menunjang keberhasilan belajar. Berbagai kajian menegaskan bahwa kondisi emosional dan psikologis peserta didik sangat memengaruhi motivasi, fokus, dan kemampuan mereka dalam menyerap materi pembelajaran.

Oleh karena itu, peran sekolah dan guru menjadi sangat sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman dan suportif secara emosional. Salah satu teori yang relevan dan kerap dijadikan landasan dalam konteks ini adalah teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan oleh psikolog John Bowlby.
Teori ini menegaskan pentingnya hubungan emosional yang aman dan suportif antara anak dan figur pengasuhnya. Dalam dunia pendidikan, guru dapat dipandang sebagai figur pengasuh yang berperan sekaligus sebagai mentor dan pendukung emosional bagi peserta didik. Keberadaan guru yang empatik dan peka terhadap kebutuhan emosional siswa sangat membantu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman selama proses belajar, sehingga siswa merasa dihargai dan didukung sepenuhnya.

Seorang guru tidak hanya memiliki tugas menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga harus mampu menjadi pendengar yang baik dan menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan peserta didik merasa didengar dan dipahami. Ketika siswa merasakan bahwa suara dan perasaannya dihargai, mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat untuk mengambil risiko dalam proses pembelajaran.

Mereka tidak takut mencoba hal baru, mengungkapkan pendapat, ataupun belajar dari kesalahan tanpa khawatir akan dihakimi atau diberi label negatif. Lingkungan belajar yang penuh kasih sayang dan empati seperti ini terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa, sehingga berdampak positif pada perkembangan kognitif maupun non-kognitif mereka. Konsep ini semakin memperkuat pemahaman bahwa pendidikan tidak sekadar soal hasil akhir yang terukur, tetapi juga merupakan proses pertumbuhan karakter dan kepribadian peserta didik secara universal.

Menyadari betapa pentingnya pendekatan pendidikan yang berfokus pada kasih sayang, Kementerian Agama Republik Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kurikulum ini dirancang sebagai respons atas tantangan zaman yang kian kompleks dan diwarnai oleh berbagai fenomena negatif, seperti ujaran kebencian, intoleransi, dan konflik sosial yang bahkan dapat muncul dari lingkungan pendidikan itu sendiri. KBC hadir sebagai upaya nyata untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter yang damai, penuh kasih, dan bertanggung jawab di kalangan peserta didik.

Dilansir pada berita KabarIndonesia.id, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Bapak Amien Suyitno, menegaskan urgensi kurikulum ini dengan menyatakan bahwa masih ada ujaran kebencian yang datang dari lingkungan pendidikan, dan hal tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Pernyataan beliau mencerminkan kesadaran bersama akan kondisi pendidikan yang memerlukan pembaruan nilai, khususnya yang berorientasi pada cinta dan empati sebagai fondasi utama.

Dalam praktiknya, Kurikulum Berbasis Cinta mendorong penerapan pembelajaran yang bersifat universal, meliputi pengembangan kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual secara simultan dengan kemampuan akademik. Guru didorong untuk mengadopsi pendekatan yang personal dan empatik dalam berinteraksi dengan peserta didik. Mereka harus mampu menjadi fasilitator yang menciptakan suasana kelas yang hangat, menghargai perbedaan, serta mendorong kerja sama dan komunikasi yang sehat antar peserta didik.

Selain itu, pembelajaran diarahkan agar peserta didik aktif berpikir, mengembangkan kemampuan reflektif, serta menginternalisasi nilai-nilai kebaikan dalam setiap aspek kehidupan mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Secara keseluruhan, pendekatan pendidikan yang berfokus pada kasih sayang dan empati merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan yang bermakna dan manusiawi. Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Indonesia hadir sebagai inovasi yang menegaskan kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Melalui penerapan kurikulum ini, peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi.

Dengan dukungan guru yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan empatik, pendidikan akan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, penuh kasih, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan damai.

Penulis adalah Guru di MTsN 01 Merangin

Previous Post

Asah Bakat Muda, PSSI Jambi Luncurkan Liga Pelajar Tingkat SD dan SMP

Next Post

Dua Siswi MAN 2 Jambi Ciptakan Biskuit Daun Kelor dan Umbi Gadung, Melaju ke Tingkat Nasional

Artikel lainnya

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

by Redaksi
20/04/2026
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Dok. Penulis)
OPINI

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

by Redaksi
15/04/2026
Prof. Mukhtar Latif (dok. Penulis)
OPINI

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

by Redaksi
08/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

by Redaksi
02/04/2026
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Dok. Penulis)
OPINI

Menimbang Kembali Desain Fiskal Daerah dalam Arsitektur UU HKPD

by Redaksi
01/04/2026
Nanda Herlambang, S.H., M.H. (Dok. Penulis)
OPINI

Al Haris Tunjukkan Kepemimpinan Inovatif di Tengah Krisis Global dan Tekanan Fiskal Daerah

by Redaksi
01/04/2026
Next Post
Dua siswi MAN 2 Kota Jambi, Aurellia Yasmin Nizara (kanan) dan Nyimas Syakirah Nadine (kiri), memperlihatkan produk inovatif biskuit sehat berbasis daun kelor dan umbi gadung. (Dok. Sinsen)

Dua Siswi MAN 2 Jambi Ciptakan Biskuit Daun Kelor dan Umbi Gadung, Melaju ke Tingkat Nasional

Bupati Kerinci Monadi meninjau lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Koto Iman, Kecamatan Tanah Cogok, Jumat (17/10/2025).(Dok. Deko)

Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemkab Kerinci Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Gubernur Jambi Al Haris bersama Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris disambut tarian adat saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bungo dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Bungo di Muara Bungo, Minggu (19/10/2025). (Dok. Erict - Diskominfo)

Gubernur Al Haris Usulkan Kabupaten Bungo Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bantuan paket sembako dan susu kepada keluarga penerima manfaat program penurunan stunting di Kabupaten Bungo, Minggu (19/10/2025). (Dok. Erit - Kominfo)

Lewat Program Pro Jambi Tangguh, Al Haris Bantu Warga Bungo dengan Bedah Rumah

Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd. (Dok. Penulis)

Batik Jambi: Mampukah Menjadi Kompetitor Estetik Dunia di Era Digital?

Discussion about this post

Iklan

Populer

  • Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyerahkan draf buku Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Al Haris pada acara pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang berhasil meraih Rekor MURI. (Dok. Erit- Kominfo)

    Inisiatif TP PKK Jambi, Gerakan Berpantun Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Keagungan Melayu Warnai Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rahman Buka Suara Dugaan Penganiayaan Prof Wahyu: Ini Proses Akademik, Bukan Konflik Pribadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Pungli Dana KIP Kuliah Rp100 Juta, Integritas Akademik UNIB Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Boleh Rangkap Jabatan, P3K di Desa Kerinci Diminta Tentukan Pilihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Tanpa Etika di Ruang Privat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hesti Haris Gelar Sosialisasi Baca Al-Qur’an Praktis di Rumah Al-Qur’an Kanza Al-Mira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja SPBU Tebeng Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Disnaker Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri untuk Masyarakat: Polresta Jambi Bedah Rumah di Dua Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Jabat Dandim 0415 Jambi, Ini Profil Letkol Inf Putra Negara, S.H.,M.Han

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

JL.H Mochtar, Lr. Tulip, NO 56, RT 70, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Kode Pos 36129
Email : redaksijagratara@gmail.com
Phone / WA : 082229161728

Copyright© 2026 Jagratara
Developed by - APM

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • KABAR TNI/POLRI
  • OTOMOTIF
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • HUKRIM
    • BINTAN